Pemilu Raya UKDW di Tengah Situasi Pandemi

59

Pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia sejak awal bulan Maret lalu, tidak ada yang tahu dengan pasti kapan pandemi ini benar-benar berakhir.

Padahal banyak sekali dampak yang telah dirasakan masyarakat akibat pandemi COVID-19 ini, mulai dari bidang ekonomi, sosial, budaya, ketenagakerjaan, perdagangan, politik, maupun pendidikan. Secara tidak langsung COVID-19 memaksa kita untuk bertransformasi sehingga kehidupan bisa terus berlangsung. Masyarakat harus mampu beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan yang baru dengan menerapkan protokol kesehatan supaya dapat bertahan dan berdamai dengan keadaan di tengah pandemi COVID-19.

 

Di sektor pendidikan, menjaga kualitas kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi sebuah tantangan yang nyata. Akibat pandemi, KBM harus dijalankan dengan menggunakan sistem belajar jarak jauh atau daring. Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta juga telah melakukan penyesuaian untuk kegiatan perkuliahan, sehingga mahasiswa tidak wajib datang ke kampus untuk mengikuti kegiatan perkuliahan. Selain KBM, kegiatan-kegiatan non-akademis juga diupayakan agar tetap terlaksana melalui sistem daring.

Organisasi Kemahasiswaan (OK) UKDW terus mengupayakan supaya kegiatan-kegiatan organisasi dapat berjalan dengan lancar sehingga mahasiswa tetap dapat merasakan keberadaan OK UKDW meskipun KBM dilakukan secara daring. Salah satu kegiatan organisasi yang harus dilaksanakan secara rutin setiap tahun adalah pemilu raya dengan tujuan untuk regenerasi pengurus organisasi.

Dalam situasi pandemi ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mahasiswa UKDW tetap melaksanakan kewajibannya untuk menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) meskipun secara daring. Menurut Rizath Widodo selaku Ketua KPU UKDW, pemilu diadakan secara daring bertujuan untuk menjaga keamanan dan kesehatan mahasiswa dari COVID-19. Selain itu juga untuk menjangkau seluruh mahasiswa UKDW yang berada di berbagai wilayah di Indonesia, mengingat saat pandemi ini banyak mahasiswa yang memutuskan untuk kembali ke daerahnya masing – masing.

 

Di tengah banyaknya universitas yang memilih menunda pelaksanaan pemilu raya, UKDW tetap menyelenggarakan pemilu raya mahasiswa yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2020. Hingga saat ini, UKDW merupakan satu-satunya universitas di Yogyakarta yang melaksanakan pemilu mahasiswa secara daring. “Meskipun pelaksanaan pemilu secara daring merupakan hal yang baru dalam pemilu raya, KPU UKDW sebagai penyelenggara pemilu mahasiswa siap melaksanakan seluruh kegiatan secara LUBER dan JURDIL,” tutur Ketua KPU UKDW saat membuka orasi yang diadakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan sebelum pemilu raya dilaksanakan.

Seperti pemilu pada umumnya, pasangan calon ketua Himpunan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa akan melakukan orasi dan debat melalui siaran langsung di kanal youtube KPU UKDW, sehingga mahasiswa dapat mengenal lebih dekat pasangan calon ketua yang akan dipilih. Lebih lanjut Rizath menjelaskan teknis pelaksanaan pemungutan suara nantinya akan dilakukan menggunakan sistem e-voting yang terhubung dengan server UKDW serta melalui tiga tahapan yakni verifikasi, pemilihan, dan penghitungan suara.

 

“Pada tahap verifikasi dapat mengakses website yang disediakan oleh KPU UKDW dengan memasukkan nomor induk mahasiswa dan password yang telah dibuat. Selanjutnya pada tahap pemilihan mahasiswa diarahkan ke portal online fakultas masing-masing untuk melakukan e-voting pada paslon yang akan dipilih. Setelah menekan tombol vote, mahasiswa tidak dapat mengulang vote kembali untuk mencegah kecurangan. Hasilnya otomatis tercatat ke dalam server. Catatan suara yang masuk akan membuat tahapan perhitungan suara menjadi lebih cepat,” papar Rizath.

UKDW Yogyakarta, Hansaplast, Aston Priority Simatupang Hotel & Conference Center, J&T Express, Liga Esports IEL, BNI Syariah, Inspirational Video, Motivational Video