
PAM JAYA menegaskan komitmennya memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh proyek pembangunan dan perbaikan jaringan perpipaan. Penguatan ini dinilai penting seiring meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur yang melibatkan banyak pekerja lapangan.
Sebagai wujud komitmen tersebut, PAM JAYA menggelar Sosialisasi dan Komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang dihadiri Komisaris Utama Prasetyo Marsudi, jajaran Direksi, serta perusahaan mitra kerja yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi dan operasional. Kegiatan ini juga membahas pentingnya perlindungan bagi tenaga kerja yang menghadapi risiko di lapangan.
Target Pembangunan 7.000 Km Pipa Baru
Direktur Teknik PAM JAYA, Akhmad Santika, mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan perusahaan akan membangun sekitar 7.000 kilometer jaringan pipa baru untuk melengkapi jaringan yang saat ini telah mencapai sekitar 13.000 kilometer. Menurutnya, skala pembangunan yang masif harus diimbangi dengan pengawasan K3 yang lebih ketat, termasuk rencana pencantuman identitas mitra pada standar PPDU dan barrier di setiap lokasi kerja agar akuntabilitas lebih jelas.
Direktur Strategi dan Bisnis PAM JAYA, Anugrah Esa, menambahkan bahwa percepatan pembangunan untuk mengejar target 100 persen cakupan layanan perpipaan pada 2029, ditambah kondisi sebagian pipa yang telah berusia lebih dari satu abad, membuat penerapan K3 tidak boleh sekadar menjadi kewajiban administratif. Ia menegaskan K3 harus menjadi budaya kerja yang konsisten demi melindungi pekerja, masyarakat, dan keberlangsungan layanan.
Komisaris Utama Prasetyo Marsudi mengingatkan seluruh mitra kerja agar memiliki komitmen yang sama dalam mengutamakan keselamatan, karena bekerja bersama PAM JAYA berarti turut menjaga kepentingan pelanggan. Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh perusahaan-perusahaan mitra sebagai kesepakatan bersama menjadikan K3 sebagai bagian dari budaya kerja di setiap proyek.
Sumber: PAM JAYA.





