Menarik Komunitas: Metro Indah Mall Bandung sebagai Pusat Komunitas Terkemuka di Bandung

**Bandung, 11 September 2023** – Pandemi Covid-19 telah mengubah secara signifikan kebiasaan dan gaya hidup masyarakat. Gaya hidup virtual yang telah berkembang selama pandemi telah mengubah kebiasaan berbelanja dari metode offline menjadi online. Selain lebih praktis dan memiliki beragam pilihan produk, berbelanja online juga sering kali menawarkan harga yang lebih kompetitif. Dampak dari situasi ini adalah penurunan popularitas pusat perbelanjaan atau mal, yang sebelumnya menjadi tempat utama berbelanja. Pusat perbelanjaan ini kalah bersaing dengan toko-toko dan platform belanja online yang semakin populer.

Dalam menghadapi realitas ini, Metro Indah Mall (MIM), yang akan merayakan ulang tahunnya yang ke-16 pada 24 September 2023, terus berinovasi dan mencari cara untuk tetap memberikan pengalaman yang tak terlupakan kepada pengunjungnya. Setelah hampir tiga tahun pandemi, masyarakat mulai merindukan tempat-tempat yang nyaman untuk berkumpul dan bersosialisasi, mengingat sebagian besar aktivitas telah beralih ke ranah virtual. Di sinilah peran pusat perbelanjaan dapat berperan lebih dari sekadar tempat belanja, tetapi juga sebagai tempat sosialisasi yang dapat memberikan pengalaman dan kenangan yang tidak dapat diperoleh ketika berbelanja secara online.

Selain itu, General Manager Metro Indah Mall (MIM), Wilson Yulius, menyadari bahwa mal juga harus bersaing dengan tingkat selektifitas yang semakin tinggi dari masyarakat dalam memilih prioritas mereka dalam gaya hidup sosial. Kompetisi antar mal juga semakin sengit.

Baca juga  Kunjungi Komunitas Belajar di Tawau, Mendikbud Berjanji Benahi Fasilitas Pendidikan

“Kami berfokus pada mencari keunggulan komparatif yang unik untuk Metro Indah Mall yang tidak dimiliki oleh mal-mal lain di Bandung. Kondisi saat ini menginspirasi kami untuk lebih memahami target pasar kami, memahami gaya hidup mereka, dan melayani kebutuhan mereka,” kata Wilson Yulius.

MIM terletak di lokasi strategis di Bandung Timur, dengan lahan seluas 73.500 m2, berlokasi di Jalan Soekarno Hatta No. 590, Sekejati, Buahbatu. MIM memiliki bangunan seluas 48.440 m2 dengan lima lantai, dan kapasitas parkir baik di dalam maupun di luar gedung untuk lebih dari 600 kendaraan roda empat dan 1000 kendaraan roda dua.

MIM hadir dengan konsep One Stop Shopping & Entertaining dan menyasar segmen keluarga. MIM berkomitmen untuk memberikan pengalaman berbelanja yang berkesan dengan produk dan layanan yang lengkap, kenyamanan, serta keamanan.

MIM saat ini memiliki lebih dari 700 tenant dengan berbagai kategori produk seperti makanan & minuman, fashion, aksesoris, peralatan rumah tangga, produk kesehatan, perabotan, elektronik & gadget, produk kecantikan, toko buku & perlengkapan sekolah, pusat kebugaran, optik, toko alat musik, bimbingan belajar, gerai SIM Online, Disdukcapil, serta berbagai layanan hiburan seperti karaoke keluarga, bioskop, bilyar, dan taman bermain.

Anchor tenant seperti Hypermart, Informa, ACE, CGV, Justus steakhouse, Jco, Solaria, KFC, Raacha, Kopken, Chatime, Mr.DIY, Nav Family Karoke, Masterpiece Billyard, Timezone, dan Idachi Fitness menjadi daya tarik utama yang selalu dicari oleh pengunjung.

Baca juga  Assessment Berbasis Online Lebih Efisien Dari Segi Waktu Dan Biaya

Selain sebagai tempat belanja, MIM juga menyelenggarakan berbagai acara dan kegiatan menarik untuk memenuhi kebutuhan pengunjungnya. Dengan mengusung jargon “Your Hobbies & Community Mall,” MIM bekerja sama dengan berbagai komunitas kreatif di Bandung dan sekitarnya, seperti Komunitas Tamiya, Komunitas Kebudayaan Jepang, Komunitas Kebudayaan Korea, komunitas zumba, komunitas kesenian jaipong, komunitas Vespa, dan banyak lainnya.

Selama perayaan ulang tahun MIM yang ke-16, peng

unjung akan dimanjakan dengan berbagai acara dalam rangka Wonderful Celebration MIM yang mencakup festival musik, kuliner, ruang komunitas, karnaval, pertunjukan seni, Rumah Hantu berkonsep Drive Thru, dan puncak acara dengan pesta kembang api.

Sales Manager MIM, Ade Satriana, mengatakan bahwa gelaran ini menjadi peluang strategis bagi pelaku industri kreatif, UMKM, dan komunitas terkait untuk berkolaborasi dan mendukung perekonomian. Selama perayaan ulang tahun MIM, pihaknya memberikan promo khusus untuk penyewaan ruang di MIM dengan gratis sewa selama tiga bulan. Harga sewa ruangan di MIM juga kompetitif, berkisar antara Rp 60.000/m2 hingga Rp 300.000/m2 per bulan.

Wilson Yulius, General Manager MIM, mengakui bahwa pandemi telah berdampak signifikan terutama pada trafik pengunjung dan pertumbuhan bisnis MIM. Oleh karena itu, perayaan ulang tahun ke-16 ini memiliki arti yang sangat penting sebagai awal dari konsep baru MIM, yaitu sebagai pusat komunitas terkemuka di Bandung, sesuai dengan jargon saat ini, Your Hobbies & Community Mall.

Baca juga  Indieplayground X-Project Bandung 2023: Festival Musik Indie Kembali Hadir

Pemilihan komunitas sebagai penyelenggara acara telah memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah pengunjung. Setiap acara yang diadakan di MIM minimal dikunjungi oleh 1000 orang. Setelah dicabutnya PPKM dan dengan berbagai event yang diadakan di MIM, jumlah pengunjung meningkat.

Pada bulan Januari 2023, jumlah pengunjung MIM mencapai 99.437 orang, sementara pada bulan Agustus jumlahnya meningkat menjadi 119.643 orang. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 83,3%. Promotion Manager Metro Indah Mall, Rd. Handy Eka Lesmana, optimis bahwa jumlah pengunjung akan terus meningkat melalui berbagai event menarik dari komunitas.

Metro Trade Centre (MTC) juga merupakan bagian dari kompleks MIM dan memiliki Hotel Luminor Metro Indah Bandung yang baru saja mengalami re-branding pada bulan September. Hotel ini dilengkapi dengan enam ruang pertemuan berkapasitas 10 hingga 50 orang, serta sebuah ballroom yang dapat menampung hingga 1000 orang. General Manager Hotel Luminor, Rika Budiawati, optimis bahwa dengan fasilitas yang dimiliki, serta menu dengan cita rasa nusantara yang beragam, hotel ini dapat menjadi solusi yang tepat untuk berbagai kebutuhan acara dan event.

Penulis: Luthfan Wira Alfiqri