Mahasiswa Desain Produk UKDW Berhasil Raih Indonesia Industrial Design Student Award 2021

Mahasiswa Program Studi Desain Produk Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Gabrielle Maya Handoko, berhasil meraih Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) Tahun 2021 yang diadakan oleh Forum Program Studi Desain Produk Indonesia yang terafiliasi Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII). 

Kegiatan penganugerahan IIDSA 2021 yang pertama kali digelar ini dilaksanakan secara daring pada hari Sabtu, 18 September 2021 oleh Dewan Kurator IIDSA, Dr. Yannes Martinus Pasaribu, M.Sn. Turut hadir pada acara tersebut Ketua Umum ADPII, Ketua Forum Prodi Desain Produk Indonesia, Dekan beserta Ketua Prodi dari masing-masing PTN/PTS penyelenggara Prodi Desain Produk. Kegiatan IIDSA 2021 ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Desain Produk dari 19 PTN dan PTS di Indonesia, dengan 21 pemenang penghargaan dari total 52 karya yang telah dikurasi sebelumnya.

Karya Gabrielle Maya berhasil mendapatkan penghargaan Good Design Level 6 KKNI dengan kategori “Design with Special Purpose/Needs” melalui karya produk “Hand Sanitizer Otomatis bagi Extreme Users dengan kondisi Tuna Netra”. Dalam pengembangan karya desain Mata Kuliah Studio Desain Produk Inklusif ini, Gabrielle Maya dibimbing oleh Winta T. Satwikasanti, S.Ds., M.Sc., Christmastuti Nur, M.Ds., serta Dan Daniel Pandapotan, M.Ds. selaku dosen pengajar. 

Winta T. Satwikasanti, M.Sc. menjelaskan konsep desain produk inklusif tidak hanya dapat dipakai bagi pengguna yang berkebutuhan khusus saja, namun dapat digunakan dengan baik dalam oleh pengguna pada umumnya. Karya ini berangkat dari situasi pandemi yang mengharuskan setiap orang untuk mematuhi protokol kesehatan, sehingga desain hand sanitizer otomatis ini didesain sebagai fasilitas publik yang bersifat inklusif, khususnya bagi pengguna dengan keterbatasan penglihatan (tuna netra). 

“Terdapat dua fitur yang digunakan pada desain produk ini, yakni sensor bunyi dan sensor otomatis dalam operasional produk. Sensor bunyi dipilih melalui uji kapabilitas pengguna tuna netra dengan memiliki kepekaan yang lebih tinggi pada indra pendengarannya untuk memberikan informasi letak alat berdasarkan sumber bunyi. Sedangkan, sensor otomatis membuat cairan sanitizer keluar pada saat pengguna menengadahkan tangannya di bawah sensor pada alat tersebut. Kedua fitur ini dapat mempermudah pengguna pada umumnya, khususnya untuk mengingatkan pengguna menggunakan handsanitizer dan meminimalisir sentuhan yang berpotensi pada penyebaran COVID-19,” terangnya. 

Selain Gabrielle Maya Handoko, terdapat dua mahasiswa Desain Produk UKDW yang menjadi nominator penganugerahan IIDSA 2021 yakni Felicula Cardiyanta Ellia Cohen (Despro UKDW Angkatan 2019) dan Antonius Christanto (Despro UKDW Angkatan 2017). Hasil karya mahasiswa-mahasiswa Desain Produk UKDW telah dikurasi dan mengikuti pameran karya secara virtual melalui website https://studio.desproitats.com/category/iidsa-2021/ yang diselenggarakan oleh Prodi Desain Produk Institut Teknologi Adhitama Surabaya (ITATS).