Kepala BPSDM: SDM PUPR Dituntut Untuk Tangkas Agar Bisa Berdaya Saing Tinggi

Jakarta (19/08) – Pegawai Negeri Sipil (PNS) memiliki peranan yang menentukan dalam penyelenggaraan negara.

Untuk itu perlu ditingkatkan daya saingnya, karena baik daya saing sumber daya manusia (SDM) maupun Indeks pembangunan manusia Indonesia masih kalah bila dibandingkan dengan SDM-SDM negara-negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dsb. Demikian pidato sambutan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (BPSDM PUPR) Lolly Martina Martief, pada pembukaan Pelatihan Dasar CPNS Kementerian PUPR Formasi 2018 Batch III, di Jakarta, Kamis (15/08).

 

Lolly mengungkapkan, untuk meningkatkan daya saing tersebut, sesuai dengan konsep Prof. Erwan Agus Purwanto, Dekan Fakultas Fisipol, UGM, Yogyakarta, semua Kementerian/Lembaga dituntut untuk menjadi pemerintahan yang agile atau tangkas agar bisa mengikuti tantangan-tantangan kedepan.

Istilah agile biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan software, karena mereka begitu cepat mengikuti tantangan yang disebut VUCA, yakni: V untuk volatile atau bergejolak, seperti yang sering terjadi adanya gejolak; U untuk uncertainty atau ketidakjelasan, dimana orang tidak boleh heran dengan begitu cepatnya dinamika perubahan, sehingga tidak pasti (uncertain) mana yang menjadi target; C untuk complexity, dimana persoalan-persoalan yang dihadapi sangat kompleks. Tidak sekedar infrastruktur, tetapi ada lagi persoalan sosial ekonommi dan lingkungan; dan A untuk ambigu, yakni sesuatu yang juga mengandung ketidakjelasan. “Karena itulah CPNS harus di-Rumpin-kan (Pusdiklat Bela Negara, Kemenhan-red) selama dua minggu, sebab nanti akan menghadapi tantangan-tantangan seperti tadi,” tegas Lolly.

 

Di lain pihak, lanjut Lolly, pemerintah sendiri juga harus berubah. Perubahan yang harus dilakukan, yang pertama adalah cara berpikir atau mindset. Tidak boleh lagi di zona nyaman. Kemudian cara bekerja juga harus diubah. Kalau sebelumnya suka menunda pekerjaan, sehari dua hari, maka sekarang tidak boleh lagi. Kecepatan atau speed harus ditambah. Perlu diketahui, kontraktor yang membangun infrastruktur tidak lagi melakukan dengan cara-cara biasa, tetapi melakukan dalam tiga kali shift, jadi dalam sehari terjadi tiga kali shift, dengan lama waktu masing-masing delapan jam. Hal itu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dalam pembangunan infrastruktur. Ke tiga, cara berinteraksi. Dalam mengerjakan tugas tidak boleh lagi bekerja sendiri, tetapi harus berinteraksi dengan orang lain. Tidak boleh lagi menggunakan manual-manual jadul, tetapi sudah harus mendukung industri 4.0. “Jadi tiga hal itu yang harus diubah untuk menjadi birokrasi yang agile,” ujar Lolly.

 

Jadi untuk mendapatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang iProve, maka CPNS wajib mengikuti percobaan melalui pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi, dengan tujuan pendidikan karakter, integritas moral, kejujuran, motivasi nasionalisme, dan kebangsaan.

Jadi intinya, sebagaimana dikemukakan Presiden Joko Widodo, SDM merupakan aset. Jadi tidak ada lagi pelatihan-pelatihan yang tidak bersertifikasi keahlian, karena SDM sebagai aset. Dengan memiliki sertifikat keahlian, maka ia berkompeten. Jadi meskipun target pertamanya menjadi PNS, namun PNS sekarang bukan lagi seperti yang dulu, karena tantangan-tantangan yang dihadapi sekarang berbeda.

Lebih lanjut Lolly berpesan, sebagai salah satu tulang punggung penyediaan infrastruktur Kementerian PUPR, maka SDM-nya harus unggul. Sebagaimana tema HUT RI ke-74 kali ini, Menuju SDM Yang Unggul. “Jadi kalau nggak unggul ya, jangan bekerja di Kementerian PUPR. Intinya kita harus mencapai kriteria unggul tadi. Ini yang selalu digaungkan, karena nanti jika sudah jadi PNS, adik-adik ini akan bersaing dengan tuntutan yang dari luar juga. Harus bersaing untuk menjadi pemenang,” paparnya.

 

Lolly juga berpesan agar CPNS berhati-hati dengan keberadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang merupakan diaspora yang disewa pemerintah terlalu tingginya gap antara beban tugas dengan jumlah SDM PNS yang masih terbatas, disebabkan oleh adanya larangan menerima PNS pada masa lalu. Karena itu, dari total SDM yang ada, 30%-nya merupakan orang-orang yang ahli di bidangnya, dengan honor yang bisa mencapai Rp25 juta.

Para CPNS yang mengikuti Latihan Dasar itu sendiri merupakan orang-orang terpilih, karena dari 13 ribu pendaftar tinggal 1000 orang yang terpilih. Karena mereka diharapkan bisa mengikuti pelatihan dengan baik dan menggunakannya sebagai proses awal untuk meningkatkan kompetensi serta potensi diri menjadi professional.

 

Pembukaan Pelatihan Dasar CPNS Kementerian PUPR Formasi 2018 Batch III dilaksanakan secara serentak di empat kota. Selain Jakarta, yang dibuka langsung oleh Kepala BPSDM PUPR, Lolly Martina Martief, juga dilaksanakan di Bandung, yang dibuka oleh Kapusdiklat Sumber Daya Air, Yudha Mediawan, di Yogyakarta, yang dibuka oleh Kepala Balai Diklat BPSDM PUPR Wilayah V, Herman Suroyo, dan di Surabaya yang dibuka oleh Kepala Balai Diklat BPSDM PUPR Wilayah VI Surabaya, Ahmad Kholidi Nasution. Adapun jumlah peserta Latsar tersebut, masing-masing di Jakarta sebanyak 40 orang, Bandung 69 orang, Surabaya 70 orang, dan Yogyakarta 56 orang.

Huawei, BPSDM PUPR RI, Inspirational Video, Motivational Video