
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara, menandatangani perjanjian pembiayaan investasi senilai Rp1,56 triliun dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Kerja sama ini menggunakan skema Sustainability Linked Financing (SLF), yakni pembiayaan yang dikaitkan dengan pencapaian target keberlanjutan perusahaan.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan pembiayaan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat struktur pendanaan sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam bisnis jangka panjang. Menurutnya, penerapan prinsip ESG turut meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap perusahaan.
Praktik Ramah Lingkungan di Tol Bali Mandara
Sepanjang 12,7 km, Jalan Tol Bali Mandara dikelola dengan sejumlah inisiatif lingkungan, mulai dari pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), penggunaan lampu LED, pelestarian ekosistem mangrove di Tahura Ngurah Rai, hingga pengelolaan sampah organik dan sumber air. Berkat komitmen tersebut, JBT pernah meraih penghargaan Terbaik I Jalan Tol Berkelanjutan dari Kementerian PU pada 2022 dan mempertahankan sertifikasi Gold Green Toll Road Indonesia hingga 2024.
Di sisi lain, Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta menyebut penandatanganan ini menjadikan BSI sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan skema SLF. Ia menilai langkah ini sejalan dengan prinsip ESG sekaligus nilai maqashid syariah yang dianut perbankan syariah.
BSI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp78,6 triliun per Juni 2026, atau sekitar 23% dari total pembiayaan perusahaan. Sektor yang mendominasi antara lain UMKM, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, produk ramah lingkungan, energi terbarukan, hingga kendaraan rendah emisi.
Sumber: Siaran pers PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Vritimes.





