Industri Pangan Tangguh Pasca Pandemi, BrandKlinik Gelar Bazar Daring Makanan & Minuman Pra-Saji dan Mentoring Guna Dukung UMKM Indonesia

Jakarta, 26 November 2021 — BrandKlinik, komunitas swadaya wadah bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Indonesia untuk mencari pemecahan masalah seputar bisnis, branding, dan pemasaran, serta untuk menjembatani terjalinnya kolaborasi antar pelaku usaha yang tergabung di dalam, mengadakan bazar daring makanan & minuman pra-saji Indonesia bertemakan “Ready to Heat” yang bertujuan untuk menggali potensi usaha UMKM lintas area, rasa dan upaya. Bazar Ready to Heat berlangsung mulai besok, Sabtu, 27 November – 3 November 2021 di laman readytoheat.id

Terdapat 200 lebih jumlah produk UMKM yang terdaftar yang berasal dari seluruh Indonesia bergabung dalam bazar dan akan mempromosikan serta menjual produk makanan dan minuman siap sajinya. Selama tujuh hari bazar secara daring, BrandKlinik juga mengadakan kelas webinar yang menghadirkan stakeholders dalam industri pangan, yaitu ahli teknologi pangan, financial consultant, praktisi hukum dan legalitas usaha, praktisi branding & marketing, content creator. Kelas webinar diselenggarakan khusus bagi pelaku usaha UMKM untuk mengembangkan bisnis agar mampu berdaya saing. 

“Berbagai sektor usaha mengalami penurunan pendapatan karena terdampak pandemi COVID-19, tidak terkecuali sektor usaha makanan/minuman merupakan yang paling banyak mengalami penurunan. Pelaku usaha harus melakukan inovasi agar bisnis tetap relevan seiring dengan perubahan kebiasaan dan kebutuhan masyarakat pasca pandemi. Tahun 2020 saya membuka One on One Coaching & Counselling bagi para pelaku usaha kecil yang terdampak. Dengan berkembangnya kebutuhan, tahun ini kegiatan tersebut bertumbuh menjadi Group Class Coaching, Counselling, sekaligus Mentoring,” kata Wiwik Wae, Pendiri BrandKlinik.  

Wiwik Wae mengatakan bahwa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi yang cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia. BrandKlinik berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha mengembangkan usahanya, terutama di tengah pandemi COVID-19, pelaku UMKM harus diberikan wadah dan pendampingan. 

Ia juga optimis bahwa usaha sektor makanan dan minuman akan semakin tumbuh ke depannya. Hal ini tercermin dari tingkat konsumsi masyarakat yang meningkat walau masih terdampak pandemi. Selain itu, merujuk pada data Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), pertumbuhan penanaman modal asing (PMA) sektor makanan dan minuman (mamin) pada awal tahun hingga September 2021 juga tumbuh ekspansif sebesar 75,93 persen dibandingkan periode yang sama 2020 senilai US$1,14 miliar.

Bazar Ready to Heat oleh BrandKlinik dibuka secara gratis dan tidak dipungut biaya kepada seluruh UMKM di Indonesia. Semua transaksi jual beli tidak melalui BrandKlinik, tetapi secara langsung antara penjual dan pembeli. 

Wiwik Wae, Pendiri BrandKlinik turut mengajak para pelaku usaha lain yang telah sukses dan profesional untuk bergabung dalam komunitas agar turut berkolaborasi dalam berbagi pengetahuan dan kemampuan wirausaha kepada UMKM Indonesia. “Kami bersemangat untuk terus mendukung UMKM Indonesia memajukan bisnisnya. Tahun ini kami menyelenggarakan bazar daring yang berfokus pada bisnis kuliner saja, tetapi di tahun-tahun berikutnya, dengan dukungan dari berbagai pihak, semoga kami dapat menghadirkan bidang usaha lain seperti pakaian, kecantikan, agribisnis, produk kreatif, dan lainnya” tutup Wiwik Wae, Pendiri BrandKlinik.