BRI Finance Optimistis GIIAS 2026 Dorong Pembiayaan Kendaraan

BRI Finance Optimistis GIIAS 2026 Dorong Pembiayaan Kendaraan
Ilustrasi (AI)

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyambut positif penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang dinilai dapat memperkuat industri otomotif nasional sekaligus mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan. Perseroan melihat tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan baru, mulai dari mesin konvensional, hybrid, hingga listrik, sebagai peluang untuk memperluas akses pembiayaan.

GIIAS Jadi Katalis Industri Pembiayaan

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan GIIAS tidak hanya mendorong transaksi kendaraan, tetapi juga memberi efek berganda bagi perekonomian nasional, termasuk industri pembiayaan. Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan baru menjadi peluang bagi BRI Finance untuk menjangkau lebih banyak nasabah melalui skema pembiayaan yang kompetitif.

Read More

Sektor otomotif memang masih menjadi tulang punggung industri multifinance nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 64% portofolio pembiayaan industri multifinance berasal dari pembiayaan kendaraan bermotor. Hingga Juni 2026, piutang pembiayaan industri multifinance tercatat Rp511,26 triliun, tumbuh 1,88% secara tahunan, dengan rasio kredit bermasalah (NPF net) terjaga di level 0,81%.

Didukung Tren Penjualan Mobil

Optimisme ini turut ditopang oleh prospek industri otomotif. GAIKINDO mempertahankan target penjualan mobil nasional sebesar 850.000 unit pada 2026, sementara penjualan mobil secara wholesales pada semester I-2026 mencapai 436.564 unit atau tumbuh 15,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Maraknya peluncuran kendaraan listrik dan hybrid di GIIAS 2026 juga dinilai menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pembiayaan kendaraan ramah lingkungan.

Ke depan, BRI Finance akan memperkuat kolaborasi dengan jaringan dealer dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM), serta menghadirkan layanan pembiayaan yang mudah diakses dengan proses persetujuan cepat. Perseroan optimistis pembiayaan kendaraan masih memiliki ruang pertumbuhan hingga akhir tahun, seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan permintaan kendaraan baru.

Catatan Redaksi. Angka penjualan ‘wholesales’ yang disebut mengacu pada unit yang dikirim pabrikan ke dealer, bukan mobil yang sudah dibeli konsumen akhir, sehingga bisa berbeda dari penjualan retail. Adapun rasio NPF net 0,81% menunjukkan porsi pembiayaan bermasalah setelah dikurangi pencadangan, indikator yang lazim dipakai OJK untuk mengukur kesehatan kredit di industri multifinance.

Sumber: PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance).

Related posts

Leave a Reply