
Hubungan ekonomi Indonesia dan India terus menguat, ditandai kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia setelah lawatan Presiden Prabowo Subianto ke India awal tahun ini. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Shinta Kamdani, menyebut momentum ini sebagai kesempatan memperbarui kepercayaan kedua negara yang telah terjalin sejak era kemerdekaan.
Menurut catatan yang dipaparkan Kamdani, India kini menjadi tujuan ekspor terbesar ketiga bagi Indonesia dengan nilai sekitar US$18,3 miliar pada 2025, sementara impor dari India mencapai US$4,7 miliar. Meski demikian, total perdagangan kedua negara itu masih menyumbang kurang dari 5 persen dari keseluruhan perdagangan internasional Indonesia, yang menurutnya menunjukkan besarnya ruang untuk memperdalam integrasi ekonomi ke depan.
Investasi langsung India ke Indonesia juga tercatat naik lebih dari 358 persen dalam lima tahun terakhir, mencapai sekitar US$3,8 miliar pada 2025, dengan sebaran ke sektor pertambangan, energi, manufaktur otomotif, jasa keuangan, hingga barang konsumsi.
Inisiatif ION untuk UMKM
Salah satu wujud kerja sama yang disorot adalah Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur publik digital yang terinspirasi dari Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India. ION dirancang sebagai jaringan terbuka dan interoperabel yang menghubungkan UMKM, koperasi, penyedia logistik, dan lembaga keuangan melalui standar bersama, alih-alih membangun marketplace baru.
APINDO menyatakan dukungannya terhadap ION sebagai perluasan dari program UMKM Merdeka yang telah dijalankan lembaga tersebut. Sejak akhir 2025, APINDO disebut bekerja sama dengan Kementerian UMKM, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta sejumlah mitra teknologi dari Indonesia dan India untuk mempersiapkan peluncuran inisiatif ini.
Catatan Redaksi. Infrastruktur publik digital seperti ION dan ONDC berbeda dari marketplace biasa karena tidak dimiliki satu platform, melainkan berupa standar terbuka yang memungkinkan berbagai penjual, kurir, dan penyedia pembayaran saling terhubung lewat protokol yang sama. Model ini mirip cara email bekerja lintas penyedia layanan, sehingga UMKM tidak terkunci pada satu aplikasi saja untuk berjualan daring.
Sumber: Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).





