3 Cara Pakai ChatGPT untuk Merintis Ide Bisnis

3 Cara Pakai ChatGPT untuk Merintis Ide Bisnis
Ilustrasi (AI)

Memulai bisnis pertama sering kali terasa berat, terutama bagi yang belum punya pengalaman, mentor, atau modal besar. Itulah yang dialami Agasthea Viorent, lulusan SMK Negeri 1 Banyuwangi yang kini menetap di Denpasar, Bali. Setelah berpindah-pindah pekerjaan di sektor hospitality dan sempat menjadi pengemudi ojek online, ia memutuskan merintis usahanya sendiri dengan bantuan ChatGPT sebagai rekan berpikir.

Berbekal ide layanan remote concierge atau asisten virtual, Agas memanfaatkan ChatGPT untuk menguji dan mematangkan konsep bisnisnya. Ia memberikan konteks seputar lokasi, pengalaman kerja, dan jenis layanan yang ingin ditawarkan, sehingga ChatGPT dapat membantu menyusun arah usaha yang lebih jelas. Hasilnya, bisnis tersebut kini telah melayani klien dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Italia dan Prancis.

Bacaan Lainnya

Tiga Langkah Praktis ala Agas

Pertama, ChatGPT dijadikan mentor bisnis sekaligus rekan berdiskusi untuk menguji kelayakan ide sebelum dieksekusi. Kedua, setelah arah bisnis ditemukan, ide besar dipecah menjadi langkah-langkah praktis, seperti menyusun rencana kerja untuk 7 hari dan 30 hari pertama agar operasional berjalan lebih terarah. Ketiga, begitu bisnis mulai berjalan, ia memanfaatkan fitur ChatGPT Images untuk membuat materi visual pendukung promosi, termasuk konten media sosial yang menjelaskan layanan yang ditawarkan.

Pendekatan bertahap ini menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi alat bantu yang praktis bagi calon wirausaha, khususnya mereka yang memulai tanpa jejaring atau modal besar. Materi lebih lanjut mengenai kisah ini serta kumpulan prompt yang terinspirasi dari pengalaman Agas dapat diakses melalui OpenAI Academy.

Catatan Redaksi. Remote concierge adalah layanan asisten pribadi yang dijalankan dari jarak jauh, biasanya menangani reservasi, riset, hingga pengaturan jadwal klien tanpa perlu bertatap muka. Pendekatan menyusun target 7 hari dan 30 hari pertama sendiri lazim dipakai dalam metode business planning untuk memecah tujuan besar menjadi target kecil yang terukur, sehingga arah kerja lebih jelas sejak awal usaha berjalan.

Sumber: OpenAI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan