Kartu Pokemon Termahal Tembus US$16 Juta, Ini Kaitannya ke Kripto

Kartu Pokemon Termahal Tembus US Juta, Ini Kaitannya ke Kripto

Kartu Pokemon langka kian menarik perhatian sebagai aset bernilai tinggi, bahkan ada yang terjual hingga puluhan juta dolar AS. Fenomena ini dinilai memiliki kemiripan dengan dinamika pasar aset kripto, yang juga dipengaruhi oleh kelangkaan, permintaan, dan kepercayaan komunitas.

Kemiripan tersebut disampaikan Chief Operating Officer (COO) FLOQ, Suryo Adipradono, dalam acara Indonesia Card Party (ICP) 2026 yang digelar di Agora Mall, Jakarta, pada 17 Oktober 2026. Menurutnya, meski kartu koleksi dan aset kripto memiliki karakteristik pasar yang berbeda, keduanya sama-sama dipengaruhi oleh persepsi nilai dan aktivitas komunitas.

Bacaan Lainnya

Kelangkaan Bukan Jaminan Kenaikan Harga

Salah satu contoh yang disebut adalah kartu Pokemon Pikachu Illustrator yang menurut Guinness World Records terjual seharga US$16,49 juta pada Februari 2026. Suryo menjelaskan, harga kartu koleksi dipengaruhi oleh edisi penerbitan, jumlah yang beredar, kondisi fisik, serta penilaian lembaga pemeringkat independen. Pola serupa juga berlaku di pasar kripto, di mana harga aset turut dipengaruhi oleh likuiditas, utilitas, perkembangan teknologi, dan sentimen pasar.

Indeks Pokémon 200 yang diluncurkan TCGCharts pada Agustus 2026 tercatat naik 229 persen sejak Januari 2020, namun indeks itu disebut hanya mencerminkan sebagian kecil kartu yang dipantau dan bukan jaminan keuntungan. Suryo mengingatkan, baik kartu koleksi maupun aset kripto tetap memiliki risiko penurunan nilai, termasuk risiko likuiditas, volatilitas harga, hingga ketidakpastian regulasi sesuai yurisdiksinya.

FLOQ Hadir di ICP 2026

Sebagai salah satu sponsor ICP 2026, FLOQ membuka booth interaktif selama dua hari penyelenggaraan, 17-18 Oktober 2026. Perusahaan mencatat lebih dari 200 pengunjung berpartisipasi dalam aktivitas booth, yang juga menghadirkan hadiah booster pack dan booster box Pokemon serta aset kripto RLUSD senilai US$500 melalui permainan pinata.

Suryo menyebut partisipasi FLOQ dalam acara ini sebagai upaya menjangkau komunitas dengan minat beragam sekaligus memperkenalkan ekosistem aset digital. Ia menekankan pentingnya masyarakat memahami karakteristik aset, mekanisme perdagangan, dan risiko sebelum mengambil keputusan, mengingat perdagangan aset kripto di Indonesia berada dalam kerangka pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan