Bitcoin Gagal Tembus $87.000, Support $84.500 Jadi Kunci

Bitcoin Gagal Tembus .000, Support .500 Jadi Kunci

Harga Bitcoin (BTC) kembali tertekan setelah gagal mempertahankan momentum di area resistance US$87.000. Pada Senin (6/10/2026), BTC diperdagangkan di kisaran US$85.513, turun 1,10% dalam 24 jam terakhir, seiring pelemahan tipis di pasar aset kripto secara umum.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pergerakan ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi. Menurutnya, tekanan jual kembali muncul setiap kali harga mendekati area US$87.000, yang hingga kini belum berhasil ditembus secara meyakinkan.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Level US$84.500 Jadi Penentu Arah

Secara teknikal, area US$84.500 — yang berdekatan dengan retracement Fibonacci 38,2% — dinilai krusial bagi pergerakan BTC jangka pendek. Selama level tersebut bertahan, peluang rebound menuju US$87.000 dinilai masih terbuka. Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$84.500, risiko koreksi dapat meluas menuju US$82.600, bahkan ke zona US$82.000–US$83.000 apabila tekanan jual semakin kuat.

Yudho menambahkan, konfirmasi arah baru akan muncul jika Bitcoin berhasil menembus US$87.000 dan bertahan di atasnya, yang akan menjadi sinyal bahwa tekanan beli mulai mendominasi kembali pasar.

Skenario Menuju US$90.000–US$93.000

Di sisi lain, peluang kenaikan BTC ke kisaran US$90.000–US$93.000 disebut masih terbuka apabila tekanan jual mereda dan kondisi makroekonomi mendukung, termasuk arah imbal hasil obligasi (Treasury yields) serta sinyal kebijakan suku bunga dari bank sentral AS. Namun, skenario ini tetap membutuhkan konfirmasi dari sisi harga dan volume perdagangan, bukan kepastian.

Pasar juga akan mencermati rilis Fed Minutes pada 7 Oktober 2026 sebagai salah satu katalis sentimen berikutnya. Yudho menyebut komunikasi bank sentral AS terkait arah kebijakan moneter dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin, dalam beberapa hari mendatang.

Sumber: FLOQ.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan