
Nama XRP kembali ramai dibicarakan investor kripto setelah muncul anggapan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendukung penuh aset digital besutan ekosistem Ripple tersebut. Anggapan ini berawal dari pengumuman Trump pada Maret 2025 soal rencana cadangan kripto nasional. Namun, kebijakan resmi yang terbit belakangan menunjukkan posisi XRP ternyata tidak setara dengan Bitcoin.
Awal Mula XRP Disebut dalam Rencana Cadangan Kripto
Pada 2 Maret 2025, lewat akun Truth Social miliknya, Trump menyatakan rencana cadangan kripto AS akan mencakup XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA), selain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Reuters melaporkan kapitalisasi pasar kripto global melonjak lebih dari US$300 miliar dalam hitungan jam setelah pengumuman tersebut. Belakangan, Politico melaporkan bahwa sebuah firma lobi yang pernah bekerja untuk Ripple turut membantu menyusun pesan awal rencana cadangan itu, memicu perdebatan apakah penyebutan XRP murni keputusan strategis pemerintah atau dipengaruhi kepentingan pihak luar.
Kebijakan Resmi Lebih Mengutamakan Bitcoin
Empat hari setelah pengumuman itu, tepatnya 6 Maret 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membentuk dua wadah terpisah: Strategic Bitcoin Reserve khusus untuk Bitcoin hasil sitaan kasus pidana maupun perdata, dan US Digital Asset Stockpile untuk aset kripto selain Bitcoin yang diperoleh pemerintah lewat mekanisme yang sah. Perintah eksekutif ini tidak secara spesifik mewajibkan XRP, Solana, atau Cardano masuk ke dalam stockpile, dan pembelian aset non-Bitcoin pun dibatasi tanpa dasar kewenangan tambahan dari langkah eksekutif atau legislatif lanjutan.
Artinya, pemerintah AS tidak otomatis mendapat mandat untuk membeli XRP di pasar hanya karena token tersebut sempat disebut dalam pengumuman awal Trump.
Kenapa Perbedaan Ini Penting bagi Investor
Bagi investor, ada perbedaan mendasar antara pemerintah menyimpan XRP yang sudah diperoleh lewat penyitaan dengan pemerintah secara aktif memborong XRP di pasar terbuka. Pembelian aktif dalam jumlah besar berpotensi mendorong permintaan baru, sementara sekadar menyimpan aset sitaan tidak memberi efek serupa. Hingga pertengahan Oktober 2026, belum ada informasi resmi yang menunjukkan adanya program khusus pemerintah federal untuk membeli XRP secara aktif, dan jumlah kepemilikan XRP pemerintah dalam stockpile pun belum dikonfirmasi secara resmi.
Selain isu cadangan, perkembangan regulasi aset digital serta adopsi institusional juga tetap menjadi faktor yang lebih menentukan arah XRP ke depan dibandingkan pernyataan politik semata. Investor disarankan mencermati kebijakan yang benar-benar berlaku dan mempertimbangkan risiko volatilitas pasar sebelum mengambil keputusan, bukan sekadar bersandar pada spekulasi dukungan tokoh politik.
Sumber: Nanovest.





