
8 Januari 2026 – BSI, BSI Maslahat, dan HokBen menghadirkan 10.000 paket makanan hangat bergizi bagi para penyintas banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) HokBen yang berkolaborasi dengan BSI Maslahat, sebagai wujud kepedulian nyata dalam mendampingi masyarakat melewati masa sulit pascabencana.
Bencana banjir dan longsor telah merendam serta merusak rumah-rumah warga hingga tak lagi layak huni. Aktivitas masyarakat terhenti, dapur rusak, dan akses bahan pangan menjadi sangat terbatas. Banyak keluarga terpaksa mengungsi tanpa kepastian kapan dapat kembali ke rumah. Di tengah kondisi tersebut, kehadiran seporsi makanan hangat bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan penguat semangat untuk bertahan dan bangkit.
Tidak hanya menyalurkan bantuan dari kejauhan, BSI, BSI Maslahat dan HokBen turun langsung ke lapangan, menembus medan berlumpur dengan akses yang sulit, demi memastikan sajian hangat istimewa ini tiba di tangan para penyintas dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Distribusi bantuan dilaksanakan pada 24–30 Desember 2025 di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Di Provinsi Aceh, penyaluran dilakukan di wilayah Pidie Jaya, Kuala Simpang, Langkahan, dan Sawang. Sementara di Sumatra Utara mencakup Besitang dan Tanjung Pura, serta di Sumatra Barat meliputi Danau Maninjau, Gurun Laweh, Lubuk Minturun, Kampung Tanjung Kuranji, Kampung Guo Kuranji, Kampung Pondok, dan Batu Busuak.
Seremoni serah terima bantuan dilaksanakan pada Senin (29/12) di Store HokBen Binjai, dihadiri oleh Branch Manager Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia Binjai, Arif Hidayat; Network Group Manager BSI Maslahat, Lucky Firmansyah; serta Public Relation Manager HokBen, Irma Wulansari.
Setelah seremoni, tim gabungan melanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih tiga jam menuju lokasi penyaluran di Dusun Medang Ara, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, melewati jalan berlumpur demi memastikan bantuan sampai tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Irma Wulansari menyampaikan bahwa di tengah situasi bencana, kehadiran makanan hangat memiliki makna yang jauh lebih dalam. “Kami memahami bahwa di tengah bencana, seporsi makanan hangat bisa menjadi penguat semangat. Kolaborasi dengan BSI Maslahat ini adalah wujud nyata komitmen HokBen untuk hadir menemani saudara-saudara kami di Sumatra, tidak hanya dengan nutrisi, tetapi juga dengan kehangatan dan kepedulian,” ujarnya.
Selain penyaluran makanan, kegiatan ini diisi juga dengan dongeng dan kegiatan interaktif penuh keceriaan sebagai bagian dari program trauma healing. Perlahan, tawa dan canda anak-anak kembali terdengar mengisi ruang yang sempat sunyi pascabencana. Mereka berkumpul, mendengarkan cerita, bermain, dan menikmati hidangan bersama. Dalam momen sederhana ini, kebersamaan terasa begitu hangat, layaknya makan di rumah sendiri, menghadirkan kembali senyum, rasa aman, dan harapan yang sempat memudar.
Lucky Firmansyah menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan waktu panjang dan sinergi lintas lembaga. “Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menguatkan semangat mereka untuk bangkit dan menata kembali kehidupan,” ujarnya.
Kolaborasi BSI Maslahat dan HokBen ini juga sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin kedua, yaitu Tanpa Kelaparan, dengan memastikan akses pangan bergizi bagi masyarakat terdampak bencana.
Salah satu penerima manfaat dari Dusun Sawang menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. “Terima kasih atas bantuan makanan ini. Setelah banjir, kami kesulitan memasak karena dapur rusak dan bahan pangan terbatas. Makanan hangat ini sangat berarti bagi kami,” tuturnya. Melalui aksi nyata ini, BSI, BSI Maslahat, dan HokBen menegaskan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat Sumatra dalam proses pemulihan pascabencana melalui kolaborasi berkelanjutan, kepedulian, dan kehadiran langsung di tengah masyarakat.








