
Mengelola aset di usia muda tidak harus dimulai dengan membeli banyak instrumen investasi sekaligus. Langkah awal yang lebih penting adalah memahami kondisi keuangan pribadi, menentukan tujuan, serta mengetahui fungsi dari setiap aset yang dimiliki sebelum menambah alokasi dana.
Pahami Kondisi Keuangan Lebih Dulu
Sebelum menambah aset investasi, perlu dihitung lebih dulu besaran pemasukan, pengeluaran, cicilan, dan dana yang benar-benar tersedia untuk dialokasikan. Dana kebutuhan sehari-hari dan kewajiban rutin sebaiknya dipisahkan dari dana investasi, begitu pula dana darurat agar kebutuhan mendadak tidak memaksa penjualan aset investasi.
Baca juga:
- Mau Mulai Investasi di Usia 20-an? Ini 5 Hal yang Perlu Disiapkan
- Bagaimana Cara Gen Z dan Millenial Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini? Ini Tips dari Pakar Bank DBS Indonesia
Sesuaikan Aset dengan Tujuan
Setiap jenis aset memiliki karakteristik berbeda, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu penggunaan dana. Salah satu instrumen yang bisa dipertimbangkan adalah reksa dana, di mana dana investor dikelola oleh Manajer Investasi dalam portofolio sesuai kebijakan masing-masing produk. Setiap jenis reksa dana memiliki tingkat risiko yang berbeda, sehingga calon investor perlu memeriksa tujuan, biaya, dan dokumen produk sebelum memutuskan.
Risiko dan Evaluasi Berkala
Investasi, termasuk reksa dana, tetap mengandung risiko seperti kemungkinan penurunan nilai. Karena itu, keputusan membeli produk tidak disarankan hanya berdasarkan potensi untung atau kinerja masa lalu, melainkan setelah membaca prospektus dan fund fact sheet. Evaluasi alokasi aset juga perlu dilakukan secara berkala, terutama saat penghasilan, pekerjaan, atau kebutuhan berubah.
Perkembangan layanan digital kini memungkinkan transaksi reksa dana dilakukan secara online, salah satunya melalui aplikasi neobank milik PT Bank Neo Commerce Tbk yang bekerja sama dengan mitra manajer investasi. Produk reksa dana di aplikasi tersebut bisa dimulai dari Rp10.000, namun pengguna tetap diimbau membaca informasi produk dan memastikan kesesuaian dengan profil risiko sebelum bertransaksi.
Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk.





