
Pengeluaran untuk makan sehari-hari — mulai dari sarapan, makan siang, makan malam, hingga kopi dan camilan — sering kali tidak disadari jumlahnya bisa membengkak dalam sebulan. Tanpa batas anggaran yang jelas, selisih kecil setiap hari dapat terakumulasi menjadi pengeluaran besar.
Menentukan Anggaran dan Mencatat Pengeluaran
Langkah awal yang disarankan adalah menghitung total dana untuk makan dalam sebulan lalu membaginya per hari. Misalnya, dana Rp1.500.000 untuk 30 hari berarti anggaran harian sekitar Rp50.000. Mencatat setiap pengeluaran makan dan minuman, termasuk kopi atau camilan, memudahkan seseorang membandingkan realisasi dengan anggaran yang sudah ditetapkan.
Baca juga:
Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Makan utama tergolong kebutuhan, sementara kopi, camilan, atau pesan makanan tertentu bisa dikategorikan sebagai pengeluaran tambahan. Pengeluaran tambahan itu tidak harus dihilangkan, tetapi bisa dimasukkan ke dalam anggaran agar tetap seimbang. Membawa bekal atau memasak sendiri juga bisa jadi pilihan, asalkan biaya bahan makanan dan kebutuhan lain tetap diperhitungkan.
Sisihkan Selisih untuk Menabung
Jika pengeluaran makan pada suatu hari lebih rendah dari anggaran, selisihnya bisa langsung disisihkan sebagai tabungan. Konsistensi menjadi kunci, bukan besarnya nominal — mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per hari sudah cukup asalkan dana tabungan dipisahkan dari uang kebutuhan sehari-hari dan dicatat perkembangannya.
Salah satu cara memisahkan dana tersebut adalah dengan menyimpannya di rekening tabungan terpisah, seperti produk Tabungan NOW dari aplikasi neobank milik Bank Neo Commerce, yang menawarkan bunga harian. Perlu dicatat, bunga simpanan yang melebihi tingkat bunga penjaminan LPS — saat ini sebesar 3,75% per tahun hingga 30 September 2026 — tidak dijamin oleh LPS.
Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers PT Bank Neo Commerce Tbk, penerbit Tabungan NOW yang dibahas di dalamnya. Bunga penjaminan LPS adalah batas suku bunga maksimal yang simpanannya masih dijamin lembaga tersebut, jadi bila bank menawarkan bunga di atasnya, selisih bunga itu tidak dijamin dan risikonya ada di nasabah bila bank bermasalah.
Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk.





