
Ademco Security Group resmi meluncurkan UltraSenSync, sebuah platform vision AI yang dikembangkan secara mandiri untuk menjawab krisis tenaga kerja di sektor keamanan dan pengelolaan fasilitas. Perusahaan menyebut generasi muda kini semakin menghindari pekerjaan monoton seperti memantau layar CCTV atau berpatroli di rute yang sama, sementara manajemen tetap menuntut efisiensi operasional yang lebih tinggi.
Berbeda dari analisis video konvensional yang hanya mendeteksi pelanggaran garis batas sederhana, UltraSenSync dirancang untuk memahami konteks penuh sebuah kejadian, memprioritaskan peristiwa penting, mendeskripsikannya dalam bahasa yang mudah dipahami, serta memungkinkan pencarian data secara cepat. Sistem ini beroperasi langsung di lokasi (on-premise) lewat perangkat edge yang terhubung dengan kamera yang sudah terpasang, meski opsi cloud dan hybrid tetap disediakan.
Dua Tingkatan Layanan
UltraSenSync ditawarkan dalam dua paket. CORE mencakup kebutuhan dasar seperti deteksi, pencarian, dan perekaman. Sementara IntelliOps menghadirkan analisis lanjutan, pencarian mendalam, buku kasus investigasi, hingga pelacakan semantik. Pustaka deteksinya mencakup lebih dari 20 kategori, mulai dari penyusupan, loitering, barang tertinggal, deteksi api dan asap, pelanggaran alat pelindung diri, korban jatuh, hingga pengenalan pelat kendaraan dan wajah. Untuk sektor logistik, Ademco juga menghadirkan fitur Dock-Insight guna mengelola antrean truk dan alokasi loading bay di pergudangan skala besar.
Menurut Patrick Lim, Group Strategy Director Ademco Security Group, uji coba awal UltraSenSync di beberapa lokasi rahasia menunjukkan efisiensi biaya langsung sebesar 20 hingga 40 persen dibandingkan kombinasi sistem konvensional dan tenaga kerja manual, dengan potensi kerugian operasional yang dicegah mencapai ratusan ribu dolar AS. Unit yang beredar saat ini menggunakan arsitektur NVIDIA dengan RAM 16-64 GB dan kapasitas simpan video 4-10 TB, sementara versi berbasis Intel dan AMD ditargetkan hadir pada kuartal kedua 2027.
Ademco, yang berdiri sejak 1977 dan telah melayani lebih dari 6.000 institusi di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Vietnam, dan India, berencana melanjutkan pengembangan dengan Agentic Control Room sebagai asisten operator sebelum kuartal kedua 2027, diikuti varian otonom yang ditargetkan rilis akhir 2027 setelah melalui evaluasi keselamatan menyeluruh. Layanan penilaian lokasi untuk UltraSenSync kini sudah tersedia di kantor Ademco di enam negara tersebut, termasuk Indonesia.
Catatan Redaksi. Vision AI berbeda dari analitik CCTV konvensional yang hanya mendeteksi aturan sederhana seperti melintasi garis batas, sebab ia memakai machine learning untuk memahami konteks kejadian, misalnya membedakan patroli rutin dari orang yang berlama-lama mencurigakan di satu titik. Pemrosesan on-premise lewat perangkat edge berarti video diolah langsung di lokasi tanpa dikirim ke server luar, sehingga latensi lebih rendah dan data sensitif seperti wajah tetap berada di jaringan internal.
Sumber: Ademco Security Group.





