Tigo AI Luncurkan Alur Distribusi Iklan ke TikTok, Shopee, dan Lazada

Tigo AI Luncurkan Alur Distribusi Iklan ke TikTok, Shopee, dan Lazada

Tigo AI memperkenalkan sistem distribusi iklan terintegrasi yang dirancang untuk membantu bisnis menjalankan proses periklanan digital secara lebih terstruktur. Sistem ini menghubungkan seluruh tahap kampanye, mulai dari penerimaan kebutuhan pengiklan, produksi materi dengan bantuan AI, publikasi, verifikasi, hingga pelaporan hasil.

Tujuh Langkah dalam Satu Alur Kerja

Proses dimulai saat pengiklan menentukan kebutuhan kampanye, termasuk anggaran dan parameter iklan. Informasi tersebut lalu diubah menjadi tugas di dalam sistem, yang bisa dikerjakan menggunakan fitur AI untuk menghasilkan materi promosi. Secara ringkas, alurnya mengikuti urutan: kebutuhan pengiklan, pembuatan tugas, produksi materi dengan AI, publikasi, verifikasi, distribusi, dan laporan.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Menjangkau Berbagai Platform Sekaligus

Materi iklan yang dihasilkan dapat disesuaikan untuk karakter masing-masing kanal. Di TikTok, formatnya berupa video pendek; di Instagram mencakup Reels, Stories, dan Feed; sementara di Facebook materi bisa berbentuk teks, gambar, atau video untuk komunitas digital. Tigo AI juga menyasar kebutuhan promosi di platform e-commerce seperti Shopee dan Lazada, sehingga satu kampanye bisa memiliki beberapa variasi materi tanpa harus menyamakan format di tiap kanal.

Verifikasi dan Pelaporan Kampanye

Proses tidak berhenti setelah konten dipublikasikan. Tigo AI menyertakan tahap verifikasi untuk memastikan materi sesuai kebutuhan kampanye, serta pelaporan berdasarkan data seperti impresi dan interaksi. Data ini dapat dijadikan dasar evaluasi untuk menentukan materi, platform, atau pendekatan kampanye selanjutnya.

Dengan menyatukan seluruh tahapan dalam satu alur kerja, Tigo AI memposisikan diri sebagai platform periklanan berbasis AI yang membantu bisnis membuat, mendistribusikan, dan mengevaluasi materi advertising di berbagai platform digital.

Catatan Redaksi. Sistem seperti ini biasa disebut marketing automation atau ad orchestration, yakni perangkat yang menyatukan pembuatan materi, penjadwalan, dan pelaporan iklan dalam satu panel sehingga pengiklan tidak perlu mengelola tiap platform secara terpisah. Penyesuaian format per kanal penting karena algoritma TikTok, Instagram, atau marketplace seperti Shopee menilai performa konten berdasarkan kebiasaan penggunanya masing-masing, misalnya video pendek di TikTok versus gambar statis di Facebook.

Sumber: Tigo AI.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan