
Telkom AI Center Malang bersama Nortis AI Academy menyelenggarakan program AI Upskilling Productivity for Business & SME, sebuah pelatihan daring yang membahas penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam alur kerja atau workflow bisnis. Program ini diikuti lebih dari 35 peserta dari berbagai kota di Indonesia.
Sesi dibuka oleh M. Ziaelfikar Albaba, Business and Community Lead Telkom AI Center Malang yang juga menjabat CEO Nortis AI Academy. Ia menekankan bahwa adopsi AI oleh pelaku usaha sebaiknya didasari kebutuhan dan proses kerja yang ingin dioptimalkan, bukan sekadar mengikuti tren teknologi, agar dampaknya terhadap produktivitas dan pertumbuhan pendapatan bisa terukur.
Baca juga:
- AI for Everyone Batch 27: Telkom AI Center Malang Latih 40 Peserta
- Nortis AI Academy dan Telkom AI Malang Latih Desain Canva AI
Berbagi Pengalaman Penerapan AI di Bisnis
Materi selanjutnya disampaikan oleh Rachmat Anggara, Founder & CEO Qasir.id, yang membahas AI Workflow & Task Analysis. Ia membagikan pengalaman perusahaannya dalam memanfaatkan AI, termasuk penggunaan AI agent sebagai salah satu alat pendukung operasional. Anggara juga memaparkan langkah yang perlu dilakukan perusahaan sebelum mengimplementasikan AI, mulai dari mengidentifikasi divisi dan kebutuhan pekerjaan, merancang workflow yang berpotensi dioptimalkan, hingga menguji sistem secara konsisten sebelum diterapkan penuh.
Selama sesi berlangsung, diskusi berjalan interaktif dengan pertanyaan seputar penerapan AI agent untuk mendukung pekerjaan karyawan hingga strategi efisiensi penggunaan token AI. Menurut penyelenggara, hal ini menunjukkan peserta tidak hanya ingin memahami teknologi AI secara umum, tetapi juga mempertimbangkan aspek implementasi dan efisiensinya di lingkungan kerja.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif AI Opportunity Funding: Asia Pacific yang digagas AVPN dengan dukungan Google.org dan Asian Development Bank (ADB), sebagai upaya memperluas akses pembelajaran dan memperkuat kapabilitas digital pelaku usaha di Indonesia.
Catatan Redaksi. AI agent yang dibahas dalam pelatihan ini berbeda dari chatbot biasa karena bisa menjalankan rangkaian tugas secara otomatis mengikuti instruksi, bukan cuma menjawab satu pertanyaan, sehingga bisa disisipkan ke alur kerja seperti pencatatan transaksi atau layanan pelanggan. Pendekatan memetakan proses kerja sebelum menerapkan AI, seperti dibahas dalam materi AI Workflow & Task Analysis, lazim disebut process mapping, cara ini membantu perusahaan menyasar bagian pekerjaan yang memang perlu diotomatisasi.
Sumber: Telkom AI Center Malang dan Nortis AI Academy.





