
PT Metra-Net (Metranet), anak perusahaan Telkom Group yang berfokus pada solusi IT business to business berbasis big data dan artificial intelligence (AI), terus memperkuat layanan Managed Operation Service Big Data di Pusat Teknologi Informasi (Pustekinfo) Sekretariat Jenderal DPR RI. Layanan yang telah berjalan sejak 2023 ini mengintegrasikan big data, AI, analitik media sosial, serta executive dashboard untuk mendukung kebutuhan informasi berbagai komisi di DPR RI.
Mendukung Rapat Komisi dan Paripurna
Beroperasi di Command Center DPR RI, layanan ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan data sebagai sumber informasi dalam aktivitas legislasi. Dashboard yang disediakan membantu menyajikan bahan pertimbangan bagi anggota DPR RI, termasuk dalam rapat komisi dan rapat paripurna, dengan tujuan menghadirkan informasi yang relevan, akurat, dan mudah ditelaah.
Baca juga:
Kepala Bidang Tata Kelola dan Infrastruktur Teknologi Informasi (TKTI) Pustekinfo Setjen DPR RI, Rahayu Yuni Susanti, mengapresiasi kerja sama dengan Metranet. Menurutnya, koordinasi yang terjalin membuat proses implementasi proyek berjalan lebih terarah dan efektif. “Koordinasi dan proses implementasi menjadi lebih terarah dan efektif, sehingga membantu menjaga kelancaran serta pencapaian target proyek,” ujarnya.
Direktur Bisnis Metranet, Faisal Yusuf, menyebut bahwa pemanfaatan teknologi digital di sektor pemerintahan perlu ditopang pengelolaan layanan yang terintegrasi dan sesuai kebutuhan masing-masing institusi. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan DPR RI merupakan bagian dari komitmen Metranet untuk menjadi mitra teknologi digital yang dapat diandalkan dalam mendukung transformasi layanan pemerintahan.
Metranet menyebut langkah ini sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data, sekaligus memperkuat positioning perusahaan sebagai Digital Enabler for Nation di sektor publik.
Catatan Redaksi. Managed operation service berarti vendor tidak hanya membangun sistem, tetapi juga mengoperasikan dan merawatnya secara berkelanjutan atas nama klien, berbeda dengan proyek yang selesai begitu sistem diserahterimakan. Executive dashboard sendiri merangkum data dalam jumlah besar, termasuk hasil pemantauan media sosial, menjadi tampilan visual ringkas sehingga pembuat keputusan bisa menangkap poin penting tanpa membaca data mentah satu per satu.
Sumber: PT Metra-Net (Metranet).





