Mekari Conference 2026: RevComm Pamerkan AI MiiTel

Mekari Conference 2026: RevComm Pamerkan AI MiiTel

Penerapan kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja kian meluas, tak lagi sekadar otomatisasi melainkan bagian dari berbagai aktivitas bisnis untuk mendorong produktivitas. Tema ini menjadi sorotan utama Mekari Conference 2026 yang mengusung judul “AI at Work”, digelar pada 29 September 2026 di Raffles Hotel Jakarta.

Dalam konferensi yang mempertemukan para pemimpin bisnis dan pengambil keputusan tersebut, RevComm Indonesia turut ambil bagian sebagai salah satu exhibitor, berdampingan dengan sejumlah perusahaan lain seperti WhatsApp, AWS, Metrodata, Grab, dan Asani.

Bacaan Lainnya

Mengoptimalkan Percakapan Bisnis dengan AI

RevComm menyoroti komunikasi suara sebagai salah satu area yang berpotensi besar untuk pemanfaatan AI. Percakapan antara tim sales dan pelanggan menyimpan banyak informasi soal kebutuhan pelanggan hingga pola interaksi, namun selama ini kerap hanya tersimpan sebagai rekaman atau catatan manual yang sulit ditelusuri saat volumenya membesar.

Melalui produknya, MiiTel, RevComm memanfaatkan AI untuk merekam, mentranskripsikan, merangkum, dan menganalisis percakapan bisnis baik dari panggilan telepon maupun meeting. Dengan pendekatan conversation intelligence, data percakapan bisa diolah menjadi insight yang lebih terstruktur, mulai dari proporsi waktu bicara, kecepatan, intonasi, hingga jeda dalam percakapan.

Informasi tersebut dapat dipakai manajer atau supervisor untuk mengevaluasi kualitas komunikasi tim dan memberikan coaching yang lebih terarah. Analisis berbasis AI juga membantu perusahaan mengatasi tantangan call review manual yang memakan waktu ketika volume interaksi terus bertambah, sehingga pola percakapan bisa dipantau secara lebih konsisten.

Lewat keikutsertaannya di Mekari Conference 2026, RevComm Indonesia menyatakan ingin mendorong lebih banyak perusahaan mengeksplorasi penerapan AI secara lebih luas, khususnya dalam mengubah percakapan bisnis menjadi sumber insight untuk meningkatkan cara tim bekerja dan berinteraksi dengan pelanggan.

Catatan Redaksi. Conversation intelligence bekerja dengan mengubah rekaman suara menjadi teks lewat speech-to-text, lalu teks itu dianalisis dengan pengolahan bahasa alami untuk mengukur pola seperti rasio bicara antara sales dan pelanggan, kecepatan bicara, atau jeda percakapan. Pendekatan ini berbeda dari cara lama yang mengandalkan supervisor mendengarkan ulang rekaman satu per satu, sehingga evaluasi kualitas komunikasi tim bisa dilakukan pada banyak percakapan sekaligus secara otomatis.

Sumber: RevComm Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan