Gugik.id Luncurkan Layanan Jual Beli dan Upgrade Server Bekas

Gugik.id Luncurkan Layanan Jual Beli dan Upgrade Server Bekas
Ilustrasi. Foto: panumas nikhomkhai/Pexels

PT Gugik Digital Indonesia melalui platform Gugik.id meluncurkan layanan jual beli server bekas (enterprise trade-in) dan upgrade server. Layanan ini ditujukan untuk membantu perusahaan mengelola siklus hidup aset teknologi informasi secara lebih efisien, terutama bagi unit server lama yang sudah tidak terpakai.

Melalui skema trade-in, perusahaan dapat menukar server lama menjadi dana segar atau menjadikannya sebagai pengurang biaya saat membeli unit baru. Di sisi lain, bagi perusahaan dengan anggaran terbatas namun membutuhkan performa tinggi, Gugik.id juga menyediakan unit server bekas atau refurbished yang telah melalui inspeksi teknis.

Bacaan Lainnya

Layanan Upgrade Server

Selain jual beli, Gugik.id menawarkan jasa upgrade server bagi perusahaan yang ingin meningkatkan kapasitas infrastruktur tanpa mengganti seluruh sistem. Peningkatan yang ditawarkan meliputi penambahan RAM ECC, pembaruan prosesor Intel Xeon, modifikasi storage SSD Enterprise/SAS, hingga penambahan RAID Controller.

Perwakilan manajemen Gugik.id menyebut banyak perusahaan belum menyadari bahwa server lama masih memiliki nilai ekonomi dan potensi performa tinggi jika di-upgrade secara tepat. Layanan ini diharapkan dapat memperpanjang usia pakai aset IT, menekan biaya investasi, sekaligus mendukung praktik IT yang lebih ramah lingkungan.

Untuk menjaga keandalan, setiap unit yang dijual maupun diperbarui melalui proses stress test, penghapusan data secara aman (data wiping), serta dilengkapi garansi layanan.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers PT Gugik Digital Indonesia, penyedia layanan yang dibahas di dalamnya. Sebagai gambaran, RAM ECC adalah memori dengan kemampuan mendeteksi dan memperbaiki kesalahan data secara otomatis sehingga lebih andal untuk server yang menyala terus menerus, sedangkan RAID Controller mengatur beberapa hard disk agar bekerja sebagai satu kesatuan untuk mempercepat akses data atau mencadangkannya secara otomatis. Data wiping sendiri adalah proses penghapusan data secara menyeluruh hingga tidak bisa dipulihkan, langkah lazim sebelum perangkat penyimpanan berpindah tangan agar informasi perusahaan sebelumnya tidak bocor.

Sumber: Siaran pers PT Gugik Digital Indonesia via Vritimes.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan