Shell Selenggarakan Pelatihan Aman Berkendara dengan Rosalia Indah

41

Jakarta, 8 November 2017 – Sebagai bentuk komitmen Shell untuk turut berkontribusi di sektor armada transportasi (fleet sector) di Indonesia, Shell mengawali kerja sama dengan Rosalia Indah Group – salah satu perusahaan otobus terdepan di Indonesia. Kemitraan Shell dan Rosalia Indah Group dimulai dengan penyelenggaraan kegiatan Safety Driving Training (Defensive & Responsible Driving Training for Bus Driver) bagi 350 pengemudi yang tergabung dalam PT Rosalia Indah Transport (Rosalia Express, Pariwisata dan PO. Rosalia Indah).

Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia sampai semester satu tahun 2017, tercatat 31.400 kecelakaan motor, 6.300 kecelakaan mobil, 3.600 kecelakaan truk dan 621 kecelakaan bus dengan korban rata–rata berada di usia produktif antara 15 sampai 29 tahun. Meski angka kecelakaan bus lebih kecil dari kendaraan lain, dampak kerugian yang disebabkan oleh kecelakaan bus lebih besar dibandingkan kendaraan lain. Penyebab kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih didominasi oleh kelalaian perilaku pengendara seperti gaya mengemudi yang salah, pelanggaran lalu lintas, kurangnya konsentrasi, serta pengaruh alkohol/obat-obatan dan ugal-ugalan.

Pelatihan ini merupakan salah satu wujud komitmen Shell dalam meningkatkan kesadaran keselamatan masyarakat khususnya para mitra dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi. “Kemitraan dengan Rosalia ini merupakan kemitraan fleet sector pertama di Jawa Tengah. Selain dalam rangka mendukung Rosalia Indah meningkatkan aspek keselamatan mengemudi, pelatihan ini juga bermanfaat untuk menciptakan efisiensi, karena gaya mengemudi yang salah, seperti rem mendadak, dan akselerasi mendadak dapat berpengaruh terhadap kinerja mesin armada dalam hal ini pelumas dan bahan bakar serta onderdil dan ban menjadi lebih boros,” jelas Kusuma Andi Farista, Regional Sales Manager Jawa Tengah, PT Shell Indonesia.

Rosalia Indah Group menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Shell Indonesia. Drs. Eko Sumarso, MM, Direktur Representative Rosalia Indah Group mengatakan, “Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Shell dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan transportasi. Kami menganggap pelatihan ini sebagai investasi yang sangat penting bagi perusahaan, dan melalui kolaborasi ini, kami berharap ilmu yang telah diberikan dapat diterapkan oleh seluruh pengemudi kami, sehingga dapat meningkatkan pelayanan Rosalia Indah.”

Pelaksanaan program Safety Awareness merupakan salah satu bentuk kerja sama Shell dengan Rosalia Indah Group, “Lebih lanjut, Shell akan bekerja sama dengan Rosalia Indah Group dalam hal penyediaan pelumas. Melalui aktivitas ini, kami berharap dapat semakin mengukuhkan keseriusan kami dalam mendukung para pelaku usaha armada agar dapat meningkatkan efisiensi dan produktifitas armada mereka. Secara umum, Shell berharap dapat membantu pemerintah Indonesia dalam menekan angka kecelakaan di jalan raya,“ ujar Kusuma menutup keterangan pers.

Tentang PT Shell Indonesia

Sejarah Royal Dutch Shell di Indonesia dimulai sejak lebih dari 100 tahun lalu dengan penemuan minyak pertama di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara.

Shell saat ini memiliki kehadiran bisnis hilir yang terintegrasi kuat di Indonesia. Shell merupakan perusahaan migas internasional pertama di Indonesia yang masuk ke bisnis retail bahan bakar minyak. Saat ini Shell memiliki 81 SPBU di Jabodetabek, Bandung, dan Sumatera Utara. Pada tahun 2006, Shell memulai bisnis Commercial Fuels (bahan bakar komersial), Marine (perkapalan) and Bitumen (aspal) di Indonesia. Selain itu, Shell menyediakan produk pelumas dan dukungan teknis kepada para pelanggan di sektor industri, transportasi dan pertambangan. Shell juga diakui sebagai perusahaan internasional terkemuka dengan pangsa pasar pelumas terbesar di Indonesia, melayani pengendara motor dan pelanggan industri. Komitmen Shell untuk berinvestasi di Indonesia dan mendukung perkembangan industri manufaktur di negara ini diwujudkan dengan dibangunnya pabrik pelumas Shell di Marunda, Bekasi dengan kapasitas produksi 136 juta liter (120 ribu ton) pelumas setiap tahunnya.

Di sektor hulu, Shell merupakan operator untuk blok Pulau Moa Selatan dan merupakan mitra strategis Inpex, operator Masela PSC yang meliputi lapangan gas Abadi.