SAS dan Dattabot Akan Sertifikasi Profesional TI di Indonesia

36

JAKARTA (27 Oktober 2017) – Profesional yang memiliki sertifikasi di bidang enterprise, programming, dan analitik saat ini banyak dibutuhkan seiring dengan semakin banyaknya perusahaan di Indonesia yang berinvestasi di teknologi baru seperti cloud dan analitik. Pemimpin dunia di bidang analitik SAS bekerja sama dengan Dattabot untuk mengisi kekurangan pasokan profesional Teknologi Informasi (TI) yang memiliki sertifikasi.

“International Data Corporation (IDC) melaporkan bahwa Indonesia akan meningkatkan belanja untuk produk teknologi informasi dan komunikasi sebesar 16 persen menjadi US$29,5 miliar atau Rp 394 triliun di 2020.1 Dalam kondisi pasar seperti ini, profesional dan mahasiswa TI yang tidak memiliki keterampilan dan sertifikasi di bidang TI yang diakui secara internasional tidak akan bertahan di dunia kerja. Itulah sebabnya kita perlu menghadirkan keterampilan seperti itu di dunia kerja agar bisa memenangkan persaingan,” kata Country Manager, SAS Indonesia, Peter Sugiapranata.

Untuk mengisi kekurangan pasokan tenaga profesional TI yang memiliki sertifikasi, SAS Indonesia dan Dattabot meluncurkan ‘Unleashing Your Expertise’ kemarin malam sebagai tanda dibukanya pelatihan sertifikasi SAS di Indonesia. Menurut Dattabot, jenis pelatihan yang dibutuhkan di Indonesia saat ini mencakup bidang enterprise, programming dan analitik. Hal ini senada dengan temuan MONEY dari Amerika Serikat dan Payscale.com yang menunjukkan bahwa keterampilan analitik SAS menjadi keterampilan yang sangat tinggi nilainya di dunia kerja saat ini.2

“Pelatihan SAS membuat profesional dan mahasiswa TI mengetahui cara mengendalikan, memperbaiki dan menganalisa data di dalam satu platform. Kami mengajarkan cara mengakses data dalam sistem milik mereka – dan di sistem lain – dengan menggunakan satu area yang mengkombinasikan integrasi data, kualitas data yang meningkat, dan kemampuan pengelolaan data induk,” kata Chief of Technology Solutions, Dattabot, Josua Siahaan.

Setelah menyelesaikan pelatihan SAS, profesional dan mahasiswa TI dapat mengambil ujian sertifikasi SAS, yang akan memberi mereka sertifikat sebagai bukti kemampuan mereka untuk mempertahankan pekerjaan mereka saat ini atau meningkatkan karir di dunia kerja. Berikut ini adalah daftar sertifikat SAS yang dapat diperoleh peserta pelatihan setelah mengambil ujian sertifikasi:

? SAS Programming 1 : Essentials

? SAS Programming 2 : Data Manipulation Techniques

? SAS Visual Analytics : Fast Track

? Applied Analytics : Using Enterprise Miner

? SAS Enterprise Guide 1 : Querying and Reporting

? SAS Enterprise Guide 2 : Advanced Tasks and Querying

https://www.digitalnewsasia.com/digital-economy/indonesia%E2%80%99s-ict-spending-hit-us295bil-2020-idc

http://time.com/money/4328180/most-valuable-career-skills/

Tentang SAS

SAS adalah pemimpin di bidang analitik. Melalui perangkat lunak dan servis analitik, business intelligence, dan data management yang inovatif, SAS membantu pelanggan di lebih dari 83,000 lokasi dalam membuat keputusan yang lebih baik dengan lebih cepat. Sejak 1976, SAS telah memberi pelanggan di seluruh dunia The Power to Know®.

SAS and semua merek produk atau layanan SAS Institute Inc. adalah merek dagang terdaftar atau merek dagang milik SAS Institute Inc. di Amerika Serikat dan di negara-negara lain. Tanda ® menunjukkan merek terdaftar di Amerika Serikat. Merek dan nama produk lain merupakan merek dagang milik perusahaannya masing-masing. Copyright © 2017 SAS Institute Inc. All rights reserved.

Tentang Dattabot

Dattabot, dahulu dikenal dengan nama Mediatrac, adalah perusahaan analitik data besar Indonesia yang berfokus pada integrasi data. Didukung oleh teknologi analitik tercanggih dan perpustakaan data yang paling lengkap di Indonesia, kami memiliki kapasitas untuk menampilkan nilai yang tersembunyi dalam data Anda. Sejak 2010, Dattabot telah memanfaatkan kekuatan teknologi Big Data untuk memberikan solusi inovatif kepada klien dari berbagai sektor industri, dari perusahaan produsen barang konsumen yang bergerak cepat atau Fast Moving Consumer Goods (FMCG), lembaga keuangan hingga badan pemerintah.