
Jakarta, 30 Januari 2026 – Salah satu persoalan mendasar pendidikan di Indonesia adalah putusnya jenjang pendidikan akibat kemiskinan. Bantuan pendidikan pun menjadi instrumen penting untuk memutus rantai tersebut. Program Indonesia Pintar (PIP) yang diberikan pemerintah hadir sebagai tulang punggung melalui bantuan tunai yang memastikan anak dari keluarga miskin atau rentan miskin tetap bersekolah hingga menuntaskan pendidikan menengah. Namun, tantangan belum berhenti di sana. Di berbagai daerah terutama wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), keberlanjutan pendidikan ke perguruan tinggi kerap terhenti terbentur biaya hidup, keterbatasan informasi, dan minimnya pendampingan.
Mengatasi permasalahan ini, BSI Maslahat berdiri di garis depan sebagai lembaga amil zakat nasional yang dipercaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia untuk menjadi mitra strategis dalam meningkatkan partisipasi pendidikan, khususnya bagi para pelajar di wilayah 3T. Kepercayaan ini lahir karena rekam jejak BSI Maslahat dalam pengelolaan ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) yang amanah, profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Sejalan dengan visi Kemendikdasmen untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, dengan akses yang adil, merata, dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia, BSI Maslahat mengambil peran yang lebih besar untuk mewujudkan hal tersebut. Dalam visi besarnya sebagai lembaga pengelola ZISWAF yang terdepan, BSI Maslahat hadir memberikan solusi. Ketika para pelajar 3T mulai ragu apakah mimpi kuliah masih mungkin mereka kejar. Untuk menjawab tantangan itu, BSI Maslahat menghadirkan program BSI Inspiring Day, sebuah gerakan literasi dan motivasi yang menyasar para pelajar SMA/SMK/sederajat di wilayah 3T.
BSI Inspiring Day dilaksanakan dalam 2 (dua) tahap dan diikuti lebih dari 2.000 pelajar. Tahap pertama berlangsung pada 21–24 Desember 2025 di 5 (lima) titik, yakni Kabupaten Ciamis, Kabupaten Lebak, Kota Bengkulu, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Sambas. Tahap kedua dilaksanakan pada 12–15 Januari 2026 di Kota Ternate, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Kabupaten Bulukumba, Kota Riau, dan Kabupaten Selayar.
Dalam kesempatan penyampaian laporan program BSI Inspiring Day oleh Direktur Empowerment & Waqf BSI Maslahat, Roni Setyabudi kepada Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikdasmen, Dr. Adhika Ganendra S.Si., M.M., pada Rabu, (28/01) di Kantor Kemendikdasmen. Dr. Adhika Ganendra menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang dijalin serta menegaskan pentingnya dorongan bersama dari masyarakat dan lembaga agar kuota KIP Kuliah benar-benar terserap optimal terutama oleh siswa miskin penerima PIP. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa ketika ada dukungan semangat kuliah dan dukungan ekosistem dari BSI Maslahat, maka angka lanjut kuliahtransisi bisa didongkrak hingga 100 persen.
“Dalam hal ini meningkatkan persentase penerima KIP dalam kuota tersebut, kami dibantu oleh BSI Maslahat. Kami baru terima laporan tentang program BSI Inspiring Day, bagaimana program tersebut mendongkrak angka itu. Mudah-mudahan kerja sama dengan BSI Maslahat dapat berlanjut tahun ke tahun. Dan semoga apa yang kita kerjakan menjadi amal jariah kita semua.” ujarnya.
Di banyak wilayah, transisi dari SMA/SMK ke perguruan tinggi bukan sekadar keputusan akademik, melainkan keputusan keluarga yang sering kali berhadapan dengan tekanan ekonomi jangka pendek. Dalam keluarga miskin, anak kerap didorong segera bekerja setelah lulus sekolah untuk membantu pendapatan rumah tangga. Situasi ini membuat pilihan “kuliah” terlihat sebagai kemewahan, bukan kebutuhan. Di sisi lain, hambatan besar yang sering “tak terlihat” adalah kurangnya pemahaman dan pendampingan di tingkat sekolah menengah. Banyak siswa penerima PIP memahami bantuan hanya sampai lulus SMA/SMK, tetapi tidak memiliki peta jalan yang jelas untuk mendaftar KIP Kuliah: kapan mendaftar, dokumen apa yang harus disiapkan, bagaimana memilih jalur masuk, hingga bagaimana menyiasati biaya awal. Kondisi ini membuat siswa miskin kalah bukan karena tidak mampu secara akademik, melainkan karena kurang informasi dan pendampingan. Di tengah kenyataan itu, BSI Maslahat melalui program BSI Inspiring Day hadir sebagai jawaban atas kekosongan pendampingan yang selama ini membayangi para pelajar 3T. Program ini tidak hanya membuka akses informasi tentang pendidikan tinggi dan skema beasiswa seperti KIP Kuliah, tetapi juga menghadirkan motivasi, bimbingan, dan kehadiran langsung para praktisi pendidikan dan mahasiswa dari Top 10 PTN penerima BSI Scholarship yang memahami tantangan di lapangan. BSI Inspiring Day membantu siswa melihat bahwa “kuliah” bukan lagi kemewahan yang jauh dari jangkauan, melainkan peluang yang benar-benar dapat mereka raih ketika ada tangan yang menuntun, menguatkan, dan membuka arah masa depan.
Direktur Empowerment & Waqf BSI Maslahat, Roni Setyabudi menegaskan bahwa BSI Inspiring Day dirancang sebagai program strategis yang menjawab langsung kesenjangan informasi dan pendampingan bagi pelajar 3T.
“Sebagai program yang kami gagas untuk membuka akses pengetahuan, BSI Inspiring Day hadir untuk memperluas cara pandang pelajar 3T, menumbuhkan keberanian mereka bermimpi, dan membekali mereka dengan pemahaman yang jelas tentang peluang pendidikan tinggi. Kami ingin memastikan setiap siswa memiliki arah, keyakinan, dan peta jalan yang nyata untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Metode pelaksanaan BSI Inspiring Day terdiri atas seminar pentingnya pendidikan tinggi oleh praktisi pendidikan serta mentorship kelompok. Mentorship didampingi oleh relawan Maslahat yang merupakan awardee BSI Scholarship. Dalam sesi mentorship juga dilakukan sesi interaktif melalui pengisian Buku Inspirasi. Dengan pendekatan ini, pelajar tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga strategi perencanaan untuk menembus kampus negeri.
Kehadiran BSI Inspiring Day memberikan dampak nyata bagi pelajar wilayah 3T. Mereka memperoleh wawasan baru tentang peluang pendidikan tinggi, sekaligus keyakinan bahwa kampus negeri bukanlah mimpi yang mustahil. Program ini juga memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial melalui kerelawanan.
Sejumlah pelajar menyampaikan kesan positif setelah mengikuti program BSI Inspiring Day. “Kakak-kakak sangat memotivasi. Saya jadi tahu bahwa ternyata banyak peluang untuk masa depan saya,” ungkap Keisya, pelajar SMAN 2 Sambas.
Senada dengan itu, Rafli dari SMKN 1 Bawang juga merasakan dampak serupa. “Yang paling berkesan adalah sesi refleksi diri dan pengenalan diri untuk menentukan pilihan karier setelah lulus. Rasanya seperti mendapat pencerahan yang benar-benar mengubah cara pandang saya,” tuturnya.
Kesan para pelajar yang merasakan manfaat nyata program ini menjadi cermin bahwa pendampingan bukan sekadar tambahan, tetapi kebutuhan mendasar. BSI Maslahat hadir menjawab kebutuhan itu. Mereka pulang dengan mata yang lebih terang, mimpi yang lebih terarah, dan keyakinan baru bahwa masa depan yang cerah bisa mereka raih dengan langkah yang benar. BSI Maslahat menegaskan bahwa akses pendidikan tinggi adalah hak seluruh anak bangsa.
Melalui BSI Inspiring Day, BSI Maslahat berkomitmen memperluas kesempatan bagi pelajar wilayah 3T agar mampu merencanakan, mempersiapkan, dan menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan percaya diri. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan lahirnya Generasi Indonesia Emas 2045 yang cerdas, berdaya saing, dan siap memimpin masa depan bangsa.





