
Jakarta, 11 Maret 2026 – Upaya meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda terus diperkuat melalui kegiatan edukatif. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 yang menghadirkan talkshow literasi keuangan syariah bertema “Generasi Emas Melek Finansial: Keuangan Syariah untuk Indonesia Maju.” Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret 2026, dengan dihadiri 100 awardee BSI Scholarship secara luring dan 5.000 awardee secara daring melalui Zoom Meeting dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
Acara tersebut dihadiri oleh Sukoriyanto Saputro selaku Direktur Eksekutif BSI Maslahat yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda, terkhusus bagi para penerima program BSI Scholarship. Turut hadir juga Direktur Risk Management PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), Grandhis Helmi Harumansyah; Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ismail Riyadi; serta Roni Setyabudi selaku Direktur Waqf and Empowerment
Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sesuai prinsip syariah. Acara dibuka dengan keynote speech dari Direktur Risk Management BSI, Grandhis Helmi Harumansyah, yang menegaskan komitmen BSI dalam memperkuat literasi keuangan syariah bagi generasi muda agar cakap mengelola ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap teman-teman BSIScholarship dapat menjadi duta inklusi keuangan syariah BSI, mengajak masyarakat untukberinvestasi demi masa depan yang lebih baik,” ujar Grandhis Helmi Harumansyah.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ismail Riyadi, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Literasibukan hanya sekadar melek, tetapi juga memahami perubahan inklusif dalam pertumbuhan ekonomi syariah agar pembangunan dapat terus stabil,” ungkap Ismail Riyadi.
Talkshow literasi keuangan syariah menghadirkan dialog interaktif bertema “Uang, Gaya Hidup, dan Masa Depan.” Diskusi ini menghadirkan narasumber dari OJK dan BSI, yaitu Septi Purwanti (Asisten Direktur Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK) serta Greget Kalla Buana (VP Stakeholder Management PT Bank Syariah Indonesia Tbk).
Pada saat kegiatan Literasi Keuangan Syariah berlangsung para narasumber membahas berbagai aspek penting terkait pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan finansial, gaya hidup generasi muda, hingga peluang pemanfaatan produk keuangan syariah sebagai bagian dari perencanaan masa depan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan sangat interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai literasi keuangan syariah di era modern.
Tidak hanya kegiatan talkshow, kegiatan ini juga menjadi momentum pengukuhan Duta Literasi Keuangan Syariah serta buka puasa bersama. Salah satu awardee BSI Scholarship mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak sejak usia muda.
“Acaranya seru banget, dan jadi makinmelek terkait ekonomi syariah dan bisa mengetahui apa saja modus-modus penipuankeuangan, terimakasih BSI, BSI Masahat juga BSI Scholarship” ujar Yovi awardee BSI Scholarship Prestasi asal IPB University.
Tidak hanya BSI, peran BSI Maslahat juga sangat penting dalam mendukung keberhasilan acara ini. Sebagai mitra strategis yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda melalui program pendidikan dan beasiswa, BSI Maslahat juga berkontribusi dalam menghadirkan kegiatan yang inspiratif dan kemaslahatan yang berdampak luas. Kehadiran BSI Maslahat memastikan bahwa literasi keuangan syariah tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terintegrasi dalam pembinaan awardee agar mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.









