
BINUS @Medan resmi meluncurkan Program Joint Degree Digital Business hasil kerja sama dengan Asia University Taiwan. Peluncuran ini digelar sebagai respons atas kebutuhan talenta muda yang adaptif dan berdaya saing global di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Acara yang berlangsung di Medan tersebut dihadiri pimpinan akademis, praktisi industri, alumni, serta ratusan siswa SMA se-Kota Medan yang mengikuti trial class dan studium generale. Program ini menggunakan skema 3+1, yaitu tiga tahun perkuliahan di BINUS @Medan dan satu tahun di Asia University Taiwan.
Dua Ijazah dalam Empat Tahun
Mahasiswa yang menyelesaikan program ini akan memperoleh dua ijazah resmi dalam kurun waktu studi empat tahun, yakni gelar Sarjana Bisnis (S.Bns) dari BINUS University dan Bachelor of Business Administration (B.B.A.) dari Asia University Taiwan. Selain pengalaman akademik lintas budaya, mahasiswa juga mendapat akses jaringan alumni dan ekosistem bisnis digital internasional, serta kesempatan beasiswa hingga 100 persen dari BINUS @Medan.
Dalam sesi talk show bertema kesiapan karier di era digital, Vanessa Juanto Yozuar, Founder Studiobyetta sekaligus alumni BINUS, menekankan bahwa penguasaan teknologi harus dibarengi pemahaman kebutuhan pasar dan pemikiran strategis agar generasi muda mampu bersaing secara global.
Direktur Kampus BINUS @Medan, Tri Juniarty, menyebut program ini sebagai jalur konkret bagi mahasiswa Sumatera Utara untuk merasakan pengalaman pendidikan lintas negara. Sementara itu, Dekan BINUS Business School, Prof. Sevenpri Candra, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk menempa mindset wirausaha digital, bukan sekadar mengejar gelar ganda.
Catatan Redaksi. Skema 3+1 adalah pola umum program joint degree atau double degree, mahasiswa kuliah tiga tahun di kampus dalam negeri lalu satu tahun terakhir di kampus mitra luar negeri sambil tetap mengambil mata kuliah yang saling diakui kedua institusi. Karena kurikulum sudah disetarakan sejak awal, mahasiswa bisa lulus dengan dua ijazah resmi tanpa menambah masa studi, berbeda dari kuliah di luar negeri secara terpisah yang biasanya butuh proses penyetaraan kredit tersendiri.
Sumber: BINUS University.





