
Kemampuan bahasa Inggris masih menjadi tantangan besar bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi persaingan kerja global. Meski bahasa Inggris sudah diajarkan sejak sekolah dasar, banyak lulusan dinilai belum memiliki kompetensi komunikasi yang memadai untuk standar internasional.
Berdasarkan data yang dipublikasikan Talentics.id, dari lebih 12.000 pencari kerja yang mengikuti asesmen bahasa Inggris, sekitar 90 persen berada pada level B1 atau lebih rendah menurut standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Temuan ini menegaskan perlunya perubahan pendekatan belajar bahasa Inggris sejak usia dini.
Belajar Disesuaikan dengan Usia
Menjawab persoalan tersebut, lembaga kursus LEAP English & Digital yang berbasis di Surabaya Timur mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa. Untuk jenjang TK hingga SD, materi dikemas dengan pendekatan fun learning berbasis aktivitas dan media visual interaktif agar anak belajar tanpa merasa terbebani.
Sementara untuk siswa sekolah menengah dan peserta homeschooling, materi dirancang lebih analitis dan terstruktur guna mempersiapkan kebutuhan akademik sekaligus dunia kerja. LEAP juga membangun lingkungan belajar kolaboratif lewat diskusi kelompok agar siswa lebih percaya diri berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Program Tambahan Keterampilan Abad ke-21
Selain program General English, LEAP menghadirkan LEAP Xperience yang memadukan pelatihan public speaking, pengembangan kepemimpinan, berpikir kritis, dan pembentukan karakter, dilengkapi sertifikat internasional. Pendekatan ini merujuk pada Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum yang menyebut kemampuan analitis, kreativitas, dan komunikasi sebagai kompetensi masa depan yang dibutuhkan dunia kerja.
Sumber: Leap English & Digital Class, melalui siaran pers vritimes.com.





