
Persaingan di dunia bisnis dan pemasaran kini semakin mengarah pada skala global, membuat banyak calon mahasiswa mempertimbangkan program undergraduate berstandar internasional. Salah satu pilihan yang tersedia di dalam negeri adalah program studi Business Management & Marketing di BINUS International, yang memadukan ilmu manajemen dan pemasaran dengan pengalaman belajar lintas negara.
Kurikulum Berorientasi Global
Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang tren pasar, perilaku konsumen, dan strategi bisnis di berbagai negara. Pendekatan lintas budaya serta pemanfaatan analitik bisnis menjadi bagian dari proses belajar, didukung kesempatan mengikuti program pertukaran mahasiswa maupun double degree.
Kerja Sama dengan Kampus Mancanegara
BINUS International menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas di luar negeri, di antaranya Queensland University of Technology, Macquarie University, dan RMIT di Australia, serta Saxion University of Applied Sciences di Belanda, Cologne Business School di Jerman, SolBridge International School of Business di Korea Selatan, dan Bournemouth University di Inggris. Melalui skema double degree, mahasiswa berpeluang memperoleh dua gelar sekaligus dari BINUS University dan universitas mitra.
Pengalaman Praktis dan Prospek Karier
Selain teori, mahasiswa juga dilibatkan dalam kompetisi bisnis dan pemasaran, proyek bersama industri, kegiatan pengabdian masyarakat, hingga riset bersama dosen. Bekal ini disebut mendukung kesiapan lulusan untuk berkarier sebagai Brand Manager, Digital Marketing Strategist, Business Analyst, atau International Business Consultant di berbagai sektor seperti ritel, e-commerce, perbankan, FMCG, dan pariwisata.
Catatan Redaksi. Skema double degree memungkinkan mahasiswa menempuh sebagian masa studi di kampus mitra luar negeri dengan kurikulum yang disetarakan, sehingga di akhir program memperoleh dua ijazah resmi dari dua institusi berbeda, bukan sekadar sertifikat tambahan. Pola kerja sama semacam ini lazim dipakai kampus di Indonesia untuk memberi mahasiswa pengalaman belajar lintas negara tanpa harus menempuh studi penuh di luar negeri.
Sumber: BINUS International.





