
Tomohon, 9 Januari 2026 – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Lahendong melaksanakan Management Walkthrough (MWT) bersama Dewan Komisaris, Komite Audit, serta Komite Pemantau Investasi dan Manajemen Risiko (PIMR) PT Pertamina (Persero) pada Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Perseroan dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kualitas pengawasan operasional, serta memastikan pengelolaan risiko dijalankan secara menyeluruh di lingkungan Pertamina Group.
Melalui Management Walkthrough tersebut, manajemen dan jajaran pengawas melakukan peninjauan langsung terhadap berbagai aspek kunci dalam operasional panas bumi di Area Lahendong. Peninjauan difokuskan pada keandalan pembangkit, pengelolaan reservoir dan aktivitas pengeboran, penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), integritas aset, hingga keberlanjutan bisnis operasi panas bumi yang berperan penting dalam menopang kinerja PGE secara nasional.
Dalam pelaksanaan Management Walkthrough di operasional panas bumi PGE Area Lahendong, perhatian difokuskan pada keandalan operasi pembangkit panas bumi, pengelolaan reservoir dan pengeboran, manajemen Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), integritas aset, serta keberlanjutan bisnis operasi panas bumi yang menopang kinerja PGE secara nasional. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) Condro Kirono, Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani, serta General Manager PGE Area Lahendong Novi Purwono.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memastikan operasional panas bumi berjalan selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
“Kegiatan ini merupakan upaya kami untuk memastikan seluruh aktivitas operasional di PGE Area Lahendong dijalankan secara andal, aman, dan berkelanjutan melalui pengawasan langsung terhadap aspek-aspek operasional yang krusial.Pengelolaan risiko dan penerapan HSSE menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional. Komitmen ini dijalankan untuk menjaga keandalan pembangkit, melindungi keselamatan seluruh insan kerja, serta memastikan keberlangsungan operasi panas bumi yang menopang kinerja perusahaan secara nasional,” ujar Ahmad Yani.
Lebih lanjut, Ahmad Yani menjelaskan bahwa PGE Area Lahendong secara konsisten mengembangkan berbagai inisiatif pemanfaatan panas bumi Beyond Electricity yang terintegrasi dengan program pengembangan masyarakat. Inisiatif tersebut antara lain mencakup pemanfaatan panas bumi untuk produksi gula aren, pengembangan pupuk berbasis silika panas bumi, serta pembangunan kawasan edukasi panas bumi yang mendukung sektor pertanian dan pelestarian lingkungan.
Pelaksanaan MWT ini juga menegaskan peran PGE sebagai Geothermal Centre of Excellence, dengan penekanan pada operation excellence, optimalisasi kinerja pembangkit eksisting, serta pengembangan inovasi panas bumi yang melampaui produksi listrik. Upaya tersebut dijalankan melalui peningkatan efisiensi operasi, penguatan keandalan pembangkit, dan perluasan pemanfaatan langsung panas bumi sebagai sumber nilai tambah yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Dewan Komisaris dan Komite turut melakukan peninjauan lapangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6. Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung implementasi praktik operasi yang andal dan aman, sekaligus memastikan penerapan standar keselamatan kerja dan prinsip keberlanjutan di fasilitas produksi panas bumi.
Ke depan, sinergi yang solid akan memungkinkan PGE terus menjalankan perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional, mendorong percepatan transisi energi bersih, serta berkontribusi aktif terhadap pencapaian target Net Zero Emission 2060.








