Kembangkan Pelabuhan Panjang, IPC Gandeng Pemprov Lampung

30

Jakarta, 17 Januari 2018 – Sebagai upaya peningkatan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung guna meningkatkan perekonomian daerah, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menggandeng Pemprov Lampung dalam pengembangan Pelabuhan Panjang. Penandatanganan Nota Kesepahaman antara IPC dengan Pemprov Lampung tentang Rencana Kerjasama Pengembangan Pelabuhan Panjang di Provinsi Lampung ini ditandatangani oleh Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya dan Gubernur Lampung M, Ridho Ficardo.

Kerjasama dengan jangka waktu tiga tahun kedepan ini ditujukan untuk bersinergi bersama melihat peluang-peluang yang ada serta membangun kerjasama mendukung program Nawacita dalam mewujudkan Tol Laut guna mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi daerah. Beberapa hal yang akan dilakukan antara lain adalah pemindahan pelayanan kapal Pelra (Pelayaran Rakyat) yang semula di Pelabuhan Panjang ke Pelabuhan Sembalang, reaktivasi jalur rel kereta api ke Pelabuhan Panjang, Pembangunan Dry Port Batu Bara di Kabupaten Way Kanan, serta pemanfaatan jalan dan lahan milik Pemprov Lampung.

“Secara konsisten IPC berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek secara bertahap yang menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik yang memadai, dan ramah terhadap stakeholders. Sinergi antara IPC dan Pemprov Lampung ini adalah untuk menjembatani inovasi dan upaya peningkatan pelayanan bagi pelaku bisnis dan masyarakat di Indonesia. Kerjasama ini diharapkan dapat menunjang kelancaran dan meningkatkan geliat perekonomian Provinsi Lampung,” ujar Elvyn.

Tentang IPC

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia mempunyai visi untuk menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan. IPC memiliki 12 (dua belas) cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan.

Selain itu, IPC memiliki 17 (tujuh belas) anak perusahaan dan perusahaan afiliasi yang terdiri atas PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jakarta International Container Terminal, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT Pengerukan Indonesia, PT Electronic Data Interchange Indonesia, PT Terminal Petikemas Indonesia, PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, PT IPC Terminal Petikemas, PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Multi Terminal Indonesia, PT Jasa Armada Indonesia (Tbk), KSO TPK Koja serta PT Pelabuhan Indonesia Investama.