
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyuplai 96 batang PC-I Girder untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di jalur Singaraja-Mengwitani, Bali. Proyek ini merupakan bagian dari perbaikan geometrik jalan yang bertujuan memangkas jumlah tikungan dari 38 menjadi 13 tikungan guna meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Hingga awal November 2026, WSBP telah mengirimkan 18 batang atau sekitar 18,75 persen dari total kebutuhan PC-I Girder untuk proyek tersebut. Pengiriman akan terus dilakukan secara bertahap mengikuti kebutuhan dan tahapan pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Baca juga:
- Waskita Beton Precast Rangkul Hunan Jiangong dan Adhi Industri
- Waskita Beton Precast Teken MoU Optimalkan Pabrik Cibitung
Spesifikasi dan Fungsi Girder
PC-I Girder yang dipasok berfungsi sebagai balok struktur utama yang membentang di antara tumpuan jembatan untuk menopang lantai jembatan beserta beban kendaraan yang melintas. Girder yang digunakan dalam proyek ini memiliki panjang bentang 40,8 meter dan tinggi 2,10 meter, disesuaikan dengan kebutuhan teknis perencanaan proyek. Seluruh produk diproduksi di Precast Plant WSBP Prambon sebelum dikirim secara bertahap ke lokasi proyek.
Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast, Fandy Dewanto, menyatakan bahwa setiap PC-I Girder yang diproduksi telah melalui tahapan pengendalian mutu sesuai spesifikasi teknis proyek, mulai dari pemeriksaan material, proses produksi, hingga pemeriksaan akhir sebelum didistribusikan.
Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Bts. Kota Singaraja-Mengwitani (SC 9 & 10) Paket 1 dikerjakan oleh Waskita-Sinarbali KSO, mencakup pembangunan jalan sepanjang 931,5 meter serta tiga jembatan dengan total panjang 593 meter. Melalui pemenuhan suplai ini, Waskita Beton Precast menegaskan komitmennya menjaga ketepatan pengiriman dan kesesuaian spesifikasi produk dalam setiap proyek yang dikerjakan.
Catatan Redaksi. PC-I Girder adalah balok beton pracetak berbentuk I yang diberi tegangan awal (prestressed) agar mampu menanggung beban berat dengan bentang panjang tanpa banyak penyangga di tengah, sehingga umum dipakai sebagai struktur utama jembatan. KSO atau Kerja Sama Operasi adalah bentuk kemitraan dua perusahaan konstruksi untuk menggarap satu proyek bersama, lazim dilakukan agar beban sumber daya dan risiko proyek besar terbagi antarmitra.
Sumber: PT Waskita Beton Precast Tbk.





