Frisian Flag Indonesia Sukses Tingkatkan Peran Guru Melalui Gerakan Nusantara 2017

56

Jambi, 11 Desember 2017 – Melalui Gerakan Nusantara 2017, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) telah melaksanakan kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi para guru yang menjangkau 749 Sekolah Dasar di Pulau Jawa dan Sumatera yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Dinas Pendidikan Kota setempat. Hal ini dilatarbelakangi oleh hasil studi Knowledge, Attitude, Practice (K-A-P) 2016 dari FFI dan Pusat Kajian Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat – Universitas Indonesia (PKGK FKM UI) yang menunjukkan pentingnya peran guru dalam edukasi gizi komprehensif sebagai informan utama siswa dan orang tua khususnya dalam mendorong pencapaian status gizi yang baik pada anak Indonesia.

Ir. DR. drg. Sandra Fikawati, MPH selaku Perwakilan dari Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menerangkan, “Hasil studi KAP 2016 menunjukkan bahwa pendekatan edukasi gizi komprehensif (siswa, guru, dan orangtua) dan intervensi edukasi gizi yang lebih lengkap menunjukkan hasil yang optimal dalam meningkatkan hasil akhir keseluruhan yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat dari segi peningkatan pengetahuan gizi dan peningkatan perilaku gizi dalam kurun waktu 3 bulan pasca aktivasi. Maka dari itu, Gerakan Nusantara tahun ini menerapkan konsep baru yang berfokus pada peningkatan peran guru melalui kegiatan Training of Trainers (ToT).”

Andrew F. Saputro selaku Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia mengungkapkan, “Selaras dengan komitmen Frisian Flag Indonesia, kami berupaya untuk terus menyediakan gizi terbaik melalui peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang dan gaya hidup sehat dan aktif. Kami paham pentingnya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang asupan gizi seimbang terutama bagi anak-anak agar mereka dapat meraih potensi yang tertinggi. Gerakan Nusantara turut dirancang untuk mendukung sosialisasi Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera dengan mengakhiri kelaparan dan malnutrisi hingga tahun 2030. Tahun ini Gerakan Nusantara pun telah berhasil menjangkau 24 kota dan kabupaten di Pulau Jawa dan Sumatera.”

 

Program Gerakan Nusantara 2017 telah sukses meningkatkan peran guru melalui 49 kegiatan TOT yang menjangkau 749 sekolah, 2.289 guru, serta 498.852 siswa/i Sekolah Dasar yang tersebar di 24 kota di provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta; serta Riau (Pekanbaru), Jambi, dan Sumatera Barat (Padang) untuk pertama kalinya. Sebagai tambahan, kegiatan TOT yang sebelumnya dimulai di kota Kupang pada tahun 2016, tahun ini telah berhasil mensosialisasikan kembali materi edukasi gizi kepada 70 sekolah, 281 guru, dengan cakupan dampak terhadap 21.833 siswa. Sehingga total dampak program Gerakan Nusantara pada tahun 2017 adalah kepada 520.723 siswa dan 2.570 guru.

Di kota Jambi sendiri, FFI telah berhasil mengedukasi 90 guru dan 25.593 siswa Sekolah Dasar yang didukung oleh Dinas Pendidikan Kota Jambi dan PKGK FKM UI melalui serangkaian kegiatan terpadu yang disiapkan guna mengoptimalkan Gerakan Nusantara di masing-masing sekolah yang menjadi sasaran tujuan. Kegiatan tersebut di antaranya kegiatan edukasi dan pelatihan bagi guru (Training of Trainers – ToT) mengenai Pedoman Gizi Seimbang (PGS), pola hidup sehat dan aktif, dan kebaikan susu bagi tubuh, pemaparan dan edukasi di dalam kelas bagi guru dan siswa, aktivitas luar ruangan di sekolah, pembagian sampel susu, hingga pemantauan berkala.

Arman, SE, ME selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi menyatakan apresiasi positifnya, “Program Gerakan Nusantara merupakan contoh kerja sama yang baik antara industri, pemerintah, dan akademisi. Kami senang dapat mendukung program GerNus tahun ini yang telah berjalan berdampingan dengan misi kami yang salah satunya adalah meningkatkan upaya-upaya penyediaan dan keterjangkaun layanan pendidikan, peningkatan mutu dan daya saing serta kepastian dalam pelayanan pendidikan secara efisien dan efektif. Kami berharap program ini dapat terus bersinergi dan berkelanjutan demi pembentukan karakter generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas dan aktif.”

Ansori, S.Pd., M.Pd selaku Kepala Sekolah SD Negeri 47/ IV  Kota Jambi yang berpartisipasi dalam kegiatan ToT dan KAP menyatakan, “Kami juga sangat menyambut baik inisiatif ini yang kelak akan menjadi bekal bagi para guru untuk dibagikan kepada murid-murid kami. Selain menjadi sosok teladan dan pengganti orangtua di sekolah, guru merupakan sosok yang mampu untuk memberikan pengaruh baik kepada siswa. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan semakin diperkuat dengan bekal-bekal yang lebih baik dari sebelumnya bagi anak-anak kita yang kelak akan menjadi calon pemimpin masa depan.”

“Kami berharap perwujudan komitmen kami dapat berkontribusi membantu mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi anak dan keluarga Indonesia. Kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung dan berperan serta terhadap keberlanjutan komitmen jangka panjang kami, khususnya kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dinas Pendidikan Kota Jambi dan daerah terkait lainnya, PKGK UI, dan seluruh guru di Indonesia,” tutup Andrew.

Tentang FrieslandCampina

Setiap harinya, Royal FrieslandCampina menyediakan pangan kaya gizi kepada jutaan konsumen di seluruh dunia. Dengan jumlah pendapatan tahunan sebesar 11 miliar euro, menjadikan FrieslandCampina salah satu produsen susu terbesar di dunia, memasok produk konsumen dan profesional, serta bahan-bahan dan produk setengah matang bagi produsen keperluan gizi anak, industri makanan dan sektor farmasi di seluruh dunia. FrieslandCampina memiliki kantor cabang di 33 negara dan memiliki hampir 21.000 karyawan, serta produknya tersedia di lebih dari 100 negara. Perusahaan ini dimiliki secara penuh oleh Zuivelcoöperatie FrieslandCampina U.A, beranggotakan 13.300 peternak sapi perah di Belanda, Jerman dan Belgia – membuatnya menjadi salah satu perusahaan susu terbesar di dunia.