Street Food Kaki Lima: Tren Kuliner Urban dan Kemudahan Bayar QRIS

Street Food Kaki Lima: Tren Kuliner Urban dan Kemudahan Bayar QRIS
Ilustrasi (AI)

Keramaian di sekitar gerobak makanan kaki lima kini menjadi pemandangan yang semakin akrab di berbagai sudut kota. Aroma sate yang dibakar, suara minyak panas dari penggorengan, hingga antrean pembeli yang sabar menunggu pesanan menandakan bahwa street food tak pernah kehilangan daya tariknya. Pilihan menu yang beragam, harga yang relatif terjangkau, dan cita rasa khas yang sulit ditemukan di restoran besar membuat kuliner kaki lima digemari lintas generasi.

Media Sosial Mendorong Tren Berburu Kuliner

Popularitas street food belakangan ikut terdongkrak oleh media sosial. Satu unggahan tentang seblak dengan kuah pedas, martabak dengan topping melimpah, atau jajanan tradisional yang dikemas menarik bisa membuat sebuah tempat makan mendadak ramai pengunjung. Rekomendasi kuliner pun menyebar cepat lewat TikTok, Instagram, hingga obrolan grup pertemanan, menjadikan aktivitas berburu makanan kaki lima sebagai semacam petualangan kecil di tengah rutinitas, mulai dari nasi goreng gerobakan yang buka hingga larut malam sampai bubur ayam untuk sarapan.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Perlu Anggaran yang Terencana

Di balik keseruannya, berburu street food tetap perlu diimbangi perencanaan anggaran. Banyaknya jajanan menarik dalam satu kawasan bisa membuat pengeluaran kecil untuk camilan dan minuman bertambah tanpa terasa jika tidak dibatasi sejak awal. Menyiapkan budget khusus, misalnya untuk kuliner akhir pekan, disarankan agar seseorang tetap bisa mencoba menu baru tanpa mengganggu rencana keuangan. Kebersihan tempat makan dan cara penyajian juga penting diperhatikan agar pengalaman kuliner tetap nyaman.

Transaksi Nontunai Permudah Jajan di Pinggir Jalan

Kebiasaan transaksi nontunai turut mengubah cara masyarakat berbelanja makanan kaki lima. Semakin banyak pedagang kini menyediakan pembayaran melalui QRIS, sehingga pembeli cukup memindai kode QR, memeriksa nominal, lalu mengonfirmasi transaksi tanpa perlu membawa uang tunai. PT Bank Neo Commerce Tbk menyebut fitur QRIS pada aplikasi neobank menjadi salah satu opsi pembayaran di merchant yang menerima QRIS, lengkap dengan sejumlah promo bagi penggunanya. Perusahaan mengingatkan agar pembeli tetap memastikan nama merchant dan nominal pembayaran sudah sesuai sebelum menyelesaikan transaksi.

Catatan Redaksi. Artikel ini bersumber dari siaran pers PT Bank Neo Commerce Tbk, penyedia aplikasi neobank yang disebut di dalamnya. QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard adalah standar kode QR yang ditetapkan Bank Indonesia agar satu kode QR dapat dipakai lintas aplikasi pembayaran, sehingga pedagang hanya perlu satu kode untuk menerima pembayaran dari berbagai aplikasi berbeda.

Sumber: PT Bank Neo Commerce Tbk.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan