
PT Waskita Beton Precast Tbk mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,08 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Perolehan ini ditopang tiga lini bisnis utama perusahaan, yakni Beton Precast yang menyumbang Rp418,92 miliar (38,8%), Jasa Konstruksi sebesar Rp389,16 miliar (36,1%), serta Readymix & Quarry senilai Rp269,52 miliar (25%).
Perusahaan menyatakan kinerja tersebut dijaga di tengah tantangan industri konstruksi melalui pengelolaan lini bisnis dan pengendalian biaya yang berkelanjutan. Beberapa proyek yang sedang digarap antara lain suplai beton untuk Proyek New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi 2, Proyek Tangguh UCC Onshore, Proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A Tahap 3 Paket 1 dan 2, serta Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung. Waskita Beton Precast juga mengerjakan pembangunan Gedung Laboratorium Smart System and Integrated Technologies (L-SSIT) Universitas Udayana dan Laboratorium Terpadu Universitas Khairun.
Baca juga:
- Waskita Beton Precast Rangkul Hunan Jiangong dan Adhi Industri
- Waskita Beton Precast Teken MoU Optimalkan Pabrik Cibitung
Efisiensi Biaya Jadi Kunci
Secara tahunan (YoY), biaya penjualan perusahaan turun Rp64,38 miliar atau 9,8%, sementara biaya umum dan administrasi menyusut lebih dalam, yakni Rp237,79 miliar atau 13,1%. Biaya non-contributing plant juga tercatat turun signifikan sebesar Rp6,57 miliar atau 65,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dalam menjalankan kegiatan usaha, kami terus mencermati kebutuhan operasional dan penggunaan sumber daya agar setiap langkah yang diambil selaras dengan kondisi perusahaan. Fokus kami adalah memastikan pekerjaan yang berjalan dapat ditangani dengan baik, sekaligus menjaga efektivitas pengelolaan biaya sebagai bagian dari upaya memperkuat usaha ke depan,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary Waskita Beton Precast.
Perusahaan menambahkan bahwa penerapan tata kelola yang baik, mencakup prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran, tetap menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan serta pelaksanaan aktivitas usaha.
Catatan Redaksi. Beton precast adalah beton yang dicetak dan dicuring di pabrik sebelum dikirim dan dipasang di lokasi proyek, berbeda dari beton readymix yang dicampur basah lalu dituang langsung di lokasi. Pendekatan precast umum dipakai pada proyek infrastruktur besar seperti jalan tol dan pelabuhan karena kualitasnya lebih terkontrol dan proses pemasangan di lapangan lebih cepat dibanding cor di tempat.
Sumber: PT Waskita Beton Precast Tbk.





