USDJPY Rawan Tekanan, Simak Resistance 158.029 Versi Dupoin

USDJPY Rawan Tekanan, Simak Resistance 158.029 Versi Dupoin
Ilustrasi (AI)

Pergerakan pasangan mata uang USDJPY kembali menjadi sorotan pelaku pasar di tengah perbedaan arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan Jepang. Meski dolar AS masih ditopang sikap hawkish Federal Reserve, analisis teknikal menunjukkan potensi pembalikan arah setelah harga membentuk pola Rising Wedge pada grafik empat jam.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, level 158,029 menjadi resistance penting yang harus ditembus USDJPY agar tren penguatan berlanjut. Jika gagal, pasangan mata uang ini berisiko melemah menuju support terdekat di 156,937. Selama harga belum menembus area resistance tersebut, tekanan bearish akibat pola Rising Wedge dinilai masih berpotensi berlanjut.

Bacaan Lainnya

Baca juga:

Kebijakan The Fed dan Bank of Japan

Dari sisi fundamental, dolar AS masih diuntungkan oleh sikap The Fed yang membuka ruang pengetatan kebijakan lebih lanjut. Di sisi lain, Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen pada 18 September 2026, level tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Namun kenaikan ini belum cukup mendongkrak yen karena perbedaan pendapat di internal dewan BOJ dan panduan kebijakan yang dianggap belum tegas soal kenaikan suku bunga berikutnya.

Dupoin Futures juga mencatat bahwa dolar AS sempat menguat hingga 158,05 yen usai keputusan BOJ, menandakan kenaikan suku bunga Jepang belum otomatis menopang mata uangnya. Selain itu, risiko intervensi otoritas Jepang untuk menstabilkan yen turut menjadi faktor yang bisa memicu volatilitas jika USDJPY mendekati level-level sensitif.

Kombinasi faktor teknikal dan fundamental ini membuat pergerakan USDJPY dalam waktu dekat masih akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus resistance 158,029, arah kebijakan The Fed, komunikasi BOJ, serta potensi langkah intervensi dari otoritas Jepang.

Catatan Redaksi. Rising Wedge adalah pola grafik saat harga bergerak naik dalam rentang yang kian menyempit antara dua garis tren, yang oleh analis teknikal biasa dibaca sebagai sinyal momentum pembeli mulai melemah meski harga masih mencetak level tertinggi baru, sehingga rawan berbalik turun. Artikel ini bersumber dari analisis PT. Dupoin Futures Indonesia, perusahaan pialang berjangka yang juga menyediakan layanan perdagangan pasangan mata uang seperti USDJPY.

Sumber: PT. Dupoin Futures Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan