
Pasar derivatif atau futures aset kripto di Indonesia dinilai masih berada pada tahap awal, namun memiliki ruang pertumbuhan seiring meningkatnya aktivitas perdagangan aset digital secara global. Saat ini, perdagangan aset kripto di dalam negeri masih didominasi transaksi spot, sementara secara global volume perdagangan futures kripto tercatat jauh lebih besar dibandingkan pasar spot.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan nilai transaksi aset kripto nasional pada Mei 2026 mencapai Rp23,01 triliun, naik tipis dari Rp22,98 triliun pada bulan sebelumnya. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan data tersebut sebagai gambaran kondisi pasar aset digital domestik terkini.
Beragamnya Profil Trader Futures
Platform pertukaran aset kripto Bittime mencatat variasi profil pengguna pada layanan futures miliknya selama periode uji coba (beta), mulai dari trader bermodal kecil di bawah US$500 hingga trader dengan volume transaksi mencapai jutaan dolar AS. Lima pasangan aset yang paling banyak diperdagangkan meliputi BTC/USDT, ETH/USDT, PUMP/USDT, HYPE/USDT, dan PEPE/USDT, yang menunjukkan minat trader lokal tidak hanya pada aset kripto utama tetapi juga aset alternatif.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan futures memberi ruang bagi trader untuk menerapkan strategi baik saat harga naik maupun turun, berbeda dengan perdagangan spot yang umumnya hanya mengandalkan kenaikan harga. Ia menekankan bahwa peluang tersebut tetap perlu diimbangi dengan pemahaman produk dan manajemen risiko yang memadai, mengingat penggunaan leverage pada futures dapat memperbesar potensi untung maupun rugi.
Potensi Pendalaman Pasar
Dengan jumlah investor aset kripto di Indonesia yang telah melampaui 22 juta orang, sejumlah pelaku industri menilai perkembangan pasar derivatif dapat membuka ruang baru bagi ekosistem aset digital domestik. Peningkatan literasi dan pemahaman risiko pelaku pasar disebut menjadi faktor penting agar pertumbuhan pasar futures berjalan sehat dan berkelanjutan.
Sumber: Siaran pers Bittime.




