Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Dibuka hingga 31 Agustus

Akreditasi Media BRICS Summit 2026 Dibuka hingga 31 Agustus
Ilustrasi AI

Akreditasi media untuk KTT BRICS ke-18 resmi dibuka, memberikan kesempatan bagi jurnalis dan organisasi media dari berbagai negara untuk meliput salah satu pertemuan diplomatik penting tahun ini. KTT tersebut akan berlangsung di New Delhi, India, pada 12-13 September 2026, di bawah Keketuaan BRICS India 2026. Pendaftaran akreditasi dibuka hingga 31 Agustus 2026.

Pertemuan tingkat tinggi ini diperkirakan akan dihadiri para kepala negara dan pemerintahan dari negara-negara anggota BRICS, mitra, serta organisasi internasional. Agenda pembahasan mencakup kerja sama ekonomi, perdagangan, inovasi, pembangunan berkelanjutan, aksi iklim, hingga reformasi tata kelola global. India menjadikan KTT ini sebagai momentum memperkuat suara negara-negara Global South.

Read More

Peran BRICS bagi Negara Berkembang

BRICS awalnya dibentuk oleh Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan sebagai forum kerja sama ekonomi antarnegara berkembang. Kini keanggotaannya telah berkembang menjadi 11 negara, termasuk Indonesia, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Forum ini dinilai berperan penting dalam mendorong kerja sama Selatan-Selatan, memperkuat perdagangan dan investasi, serta mengupayakan tata kelola global yang lebih inklusif.

Keketuaan India Sepanjang 2026

India memegang Keketuaan BRICS sejak 1 Januari 2026, untuk kali keempat setelah sebelumnya memimpin forum pada 2012, 2016, dan 2021. Dengan tema besar mengenai ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan, India telah menggelar sejumlah pertemuan tingkat menteri dan kelompok kerja sepanjang tahun sebagai rangkaian menuju KTT di New Delhi.

Organisasi media, media penyiaran, media digital, fotografer, maupun jurnalis independen yang berminat meliput KTT BRICS 2026 diimbau segera mengajukan akreditasi sebelum batas waktu yang ditentukan.

Sumber: Kedutaan Besar India di Jakarta (Embassy of India Jakarta).

Leave a Reply