
Startup asal Yogyakarta, Sanggabiz, ambil bagian dalam ConnectX Founder & Builder Summit yang digelar Jumat, 31 Juli 2026, di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman, Jakarta. Acara yang didukung Komdigi dan Garuda Spark ini mempertemukan ratusan founder, builder, dan investor di bawah tema “OneXperience – A Year of Founders & Builders: Meet. Pitch. Connect. Grow”.
Sebagai salah satu Community Partner resmi, Sanggabiz membuka ruang pameran interaktif untuk memperkenalkan solusi operasional bisnisnya. Di sana, perusahaan mendemonstrasikan workflow yang dipadukan dengan sistem berbasis AI serta pendekatan bernama RAPI Method, yang diklaim membuat proses kerja lebih efektif dan efisien.
Baca juga:
Empat Pilar Bisnis dari Dwi Andi Rohmatika
Puncak partisipasi Sanggabiz adalah sesi edukasi bertajuk “Building a Business That Clients Never Leave: Scaling Through Strategy, Relationships, and Execution” yang dibawakan Founder Sanggabiz, Dwi Andi Rohmatika (DA). Ia memaparkan empat hal yang menurutnya krusial bagi pertumbuhan bisnis: cara memenangkan klien pertama lewat penyampaian nilai yang jelas, strategi mempertahankan klien lewat komunikasi transparan dan konsistensi eksekusi, dampak AI terhadap industri konsultasi, serta kesalahan umum founder yang cepat puas setelah mendapat klien pertama.
Menurut DA, retensi klien lahir dari pertumbuhan yang terus terlihat, bukan sekadar transaksi sesaat. Ia juga menekankan bahwa AI bukan pengganti peran konsultan, melainkan alat yang mempercepat analisis data dan membebaskan founder untuk fokus membangun relasi serta strategi jangka panjang.
DA menutup sesinya dengan menekankan bahwa keberhasilan bisnis jangka panjang tetap bergantung pada kombinasi eksekusi yang tepat, strategi matang, dan relasi personal yang kuat dengan klien. Melalui keikutsertaan ini, Sanggabiz berharap dapat memperluas jejaring dan mendorong lebih banyak organisasi di Indonesia membangun fondasi bisnis yang inklusif dan adaptif terhadap teknologi.
Catatan Redaksi. Metode kerja terstruktur semacam RAPI lazim dipakai firma konsultasi untuk memastikan setiap proyek klien mengikuti alur kerja yang sama, dari analisis masalah hingga eksekusi, sehingga hasilnya lebih konsisten meski dikerjakan tim berbeda. Dalam praktiknya, AI di sektor ini biasanya berperan mengolah data mentah menjadi pola atau ringkasan secara cepat, sementara keputusan strategis dan komunikasi dengan klien tetap dipegang konsultan manusia.
Sumber: Sanggabiz.





