
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), operator terminal kendaraan terbesar di Indonesia di bawah PT Pelindo Multi Terminal, mencatat pertumbuhan trafik operasional secara konsolidasi antara Branch Jakarta dan lima Terminal Satelit hingga Agustus 2026. Secara total, jumlah ship call mencapai 2.595, naik 15,33% dibandingkan 2.250 ship call pada periode yang sama tahun lalu. Trafik kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) juga naik tipis 1,56% menjadi 607.196 unit dari sebelumnya 597.871 unit.
Segmen Lain Turut Tumbuh
Penguatan kinerja tidak hanya terjadi pada segmen CBU. Trafik alat berat tercatat 22.648 unit, tumbuh 5,76% dari 21.415 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen truk dan bus melonjak 44,29% menjadi 213.689 unit, sementara general cargo mencatat pertumbuhan paling tinggi yaitu 114,03% menjadi 173.697 paket dibandingkan 81.154 paket tahun lalu.
Baca juga:
- IPCC Raih 3 Penghargaan TOP GRC Awards 2026, Ini Daftarnya
- RUPSLB IPCC 2026: Wing Megantoro Jadi Direktur Utama Baru
Perseroan menyebut pertumbuhan konsolidasi ini terutama ditopang oleh aktivitas di jaringan Terminal Satelit IPCC. Di sisi lain, Terminal Internasional Branch Jakarta masih menghadapi tekanan pada segmen impor, meski aktivitas ekspor CBU menunjukkan penguatan di tengah dinamika perdagangan dan geopolitik global. Kondisi ini mendorong Perseroan untuk memperkuat strategi peningkatan trafik kargo di Branch Jakarta sekaligus mengoptimalkan kontribusi jaringan Terminal Satelit.
Pertumbuhan IPCC juga sejalan dengan tren industri otomotif nasional. Berdasarkan data GAIKINDO, total produksi CBU nasional pada Januari-Agustus 2026 mencapai 859.256 unit, tumbuh 13,44% secara tahunan, sementara trafik CBU yang dilayani IPCC pada periode yang sama mencapai 607.196 unit.
“Pertumbuhan trafik di berbagai wilayah operasional menunjukkan semakin pentingnya integrasi antara Branch Jakarta dan Terminal Satelit dalam mendukung rantai logistik kendaraan nasional. Kami akan terus memperkuat kualitas layanan, kapabilitas operasional, serta sinergi antarterminal untuk merespons kebutuhan pelanggan dan perkembangan industri otomotif secara lebih adaptif,” kata Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro. Ia menambahkan bahwa Perseroan akan melanjutkan transformasi operasional dan bisnis melalui penguatan sumber daya, digitalisasi, serta optimalisasi jaringan terminal.
Catatan Redaksi. CBU atau Completely Built Up merujuk pada kendaraan yang dirakit utuh di pabrik dan diangkut langsung tanpa perakitan ulang, berbeda dari CKD yang dikirim dalam komponen lepas untuk dirakit di negara tujuan. Terminal Satelit sendiri adalah jaringan pelabuhan IPCC di luar Jakarta yang berfungsi mendekatkan layanan bongkar muat kendaraan ke pusat produksi atau pasar di berbagai daerah, sehingga kinerjanya turut menentukan kelancaran distribusi kendaraan secara nasional.
Sumber: PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC).





