
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), operator terminal kendaraan di bawah PT Pelindo Multi Terminal, mencatatkan kinerja operasional yang positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Hingga September 2026, trafik kargo konsolidasi perusahaan mencapai 1.373.926 unit, tumbuh 19,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini juga diiringi kenaikan jumlah kunjungan kapal menjadi 2.958 ship call, naik 14,87% secara tahunan. Dari sisi segmen kargo, unit CBU (completely built-up) tercatat 684.018 unit atau tumbuh 0,95%, alat berat 25.504 unit atau naik 5,31%, sementara segmen truk/bus dan kendaraan roda dua masing-masing melonjak 43,98% dan 51,46%.
Baca juga:
- Kinerja Terminal Kendaraan IPCC Agustus 2026: Ship Call Naik 15,33%
- Tangguh di Tengah Tekanan Global, IPCC Bukukan Kinerja Keuangan Positif Q1 2026
Terminal Satelit Jadi Penopang Utama
Perusahaan menyebut penguatan jaringan Terminal Satelit, khususnya di Banjarmasin dan Makassar, sebagai kontributor utama pertumbuhan trafik konsolidasi. Perluasan layanan logistik kendaraan ke berbagai wilayah Indonesia dinilai turut memperkuat kinerja IPCC di tengah dinamika ekonomi global yang memengaruhi aktivitas ekspor-impor.
Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro, menyatakan bahwa hasil ini mencerminkan semakin terintegrasinya jaringan operasional perusahaan. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan pertumbuhan di seluruh wilayah operasional melalui peningkatan produktivitas, kualitas layanan, dan sinergi antarterminal.
Ke depan, IPCC menyatakan akan terus mengembangkan strategi Integrated Auto Solutions dengan memperkuat digitalisasi dan efisiensi layanan logistik kendaraan dari hulu ke hilir, guna mendukung daya saing perusahaan dan ekosistem otomotif nasional.
Catatan Redaksi. CBU atau completely built-up merujuk pada kendaraan yang dikirim dalam kondisi utuh dari pabrik, berbeda dengan CKD (completely knocked down) yang dikirim berupa komponen untuk dirakit di negara tujuan. Ship call sendiri menghitung jumlah kunjungan kapal yang bersandar, sehingga kenaikannya lebih mencerminkan frekuensi pengiriman, bukan ukuran kapal. Karena IPCC menangani distribusi kendaraan antarwilayah lewat jaringan terminal satelit, data trafiknya kerap jadi salah satu indikator aktivitas logistik dan penjualan otomotif domestik.
Sumber: PT Pelindo Multi Terminal.





