
Pemilik usaha kecil dan menengah (UMKM) kerap bingung membandingkan penawaran pembuatan website company profile karena selisih harganya bisa mencapai belasan juta rupiah untuk kebutuhan yang terlihat serupa. Menurut PT BisnisOn Digital Solutions, penyebab utamanya bukan soal desain, melainkan komponen yang kadang dimasukkan satu vendor namun tidak disebut vendor lain.
Berdasarkan data yang dihimpun BisnisOn dari sejumlah agensi pengembang web, biaya pembuatan company profile berkisar Rp8 juta hingga Rp25 juta untuk 5-10 halaman, sementara vendor berbasis template biasanya menawarkan Rp2 juta sampai Rp5 juta. Di luar biaya pembuatan, ada pula biaya tahunan yang wajib dianggarkan, yaitu domain, hosting, sertifikat SSL, dan pemeliharaan 10-15 persen dari biaya awal. Jika dihitung, biaya tahunan untuk website kelas Rp8 juta bisa sekitar Rp2 juta, sedangkan untuk kelas Rp25 juta bisa mencapai Rp11 juta lebih.
Enam Pertanyaan Sebelum Teken Penawaran
BisnisOn menyarankan calon pengguna jasa menanyakan enam hal secara tertulis sebelum menyetujui penawaran: apakah domain sudah termasuk dan untuk berapa tahun, apakah hosting termasuk beserta biaya perpanjangannya, apakah SSL terpasang tanpa biaya tambahan, apakah tersedia email dengan nama domain perusahaan, apakah halaman blog sudah disiapkan, serta berapa kali revisi gratis diberikan. Baris yang tidak disebutkan dalam penawaran, menurut perusahaan, biasanya menjadi biaya tambahan yang muncul belakangan.
Sebagai gambaran, BisnisOn menurunkan harga paket company profile miliknya dari Rp3 juta menjadi Rp1,5 juta per tahun. Harga itu diklaim sudah mencakup website, email di domain perusahaan, hosting, sertifikat SSL, backup harian, halaman blog, dan domain .com untuk tahun pertama, dengan pengerjaan oleh tim internal dan estimasi tayang 1-3 hari. Untuk perpanjangan tahun berikutnya, perusahaan mematok harga yang sama, yakni Rp1,5 juta per tahun.
BisnisOn mengingatkan agar pelaku usaha tidak hanya melihat harga termurah di muka, tetapi juga mencocokkan cakupan layanan dengan kebutuhan bisnis. Usaha jasa yang membutuhkan kredibilitas umumnya cukup dengan company profile, sementara usaha yang menjual produk dengan katalog dan pembayaran daring lebih membutuhkan toko online dengan struktur biaya berbeda.
Sumber: PT BisnisOn Digital Solutions.





