
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam pengelolaan bongkar muat batu bara sepanjang 2026. Perusahaan menyebut peningkatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat keandalan rantai pasok energi nasional, seiring kebutuhan terhadap layanan loading dan unloading yang efisien terus meningkat.
Pada September 2026, volume pengelolaan bongkar muat batu bara KAI Logistik mencapai 1,566 juta ton, naik sekitar 9% dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun ini. Secara triwulanan, Triwulan III 2026 mencatatkan volume 4.271.642 ton, tumbuh 26% dibandingkan Triwulan II 2026 dan naik 10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga:
- KAI Logistik Kelola 12,7 Juta Ton Barang Hingga Agustus 2026
- KAI Logistik Angkut 1,9 Juta Ton Barang Juli 2026, Peti Kemas Naik 28%
Didorong Penambahan Rangkaian Kereta
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan semakin kuatnya kapasitas operasional perusahaan dalam mendukung pergerakan komoditas energi. Salah satu pendorong utamanya adalah penambahan hingga empat rangkaian kereta di Terminal Muara Lawai milik salah satu mitra pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP). Setiap rangkaian terdiri atas 55 gerbong datar atau setara 110 kontainer, dengan kapasitas total sekitar 2.300 hingga 2.530 metrik ton per rangkaian.
Selain itu, KAI Logistik juga memperluas layanan melalui relasi baru Tanjung Enim–Kertapati yang mulai dioperasikan sejak Juli 2026. Rute ini diproyeksikan dapat menyumbang volume hingga 2,2 juta ton sampai akhir tahun 2026.
Yuskal menegaskan bahwa keandalan rantai pasok energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan komoditas, tetapi juga pada kemampuan sistem logistik dalam memastikan distribusi berjalan efisien dan berkesinambungan. Ia menambahkan bahwa KAI Logistik akan terus memperkuat kapasitas, produktivitas, dan konektivitas layanan guna mendukung distribusi komoditas strategis serta menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi nasional.
Sumber: KAI Logistik.





