Jakarta, 28 Mei 2026 – Bagi banyak pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM), usaha bukan hanya sebagai sumber penghasilan. Di balik gerobak, etalase, atau gerai yang tiap hari mereka jalankan, ada cerita keluarga yang ikut tumbuh di dalamnya. Ada usaha yang diwariskan oleh orang tua atau usaha yang bermula dari kebutuhan keluarga. Dari titik itu, UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menjadi ruang untuk melestarikan tradisi keluarga maupun membangun kehidupan yang lebih baik.
Merawat Usaha Ayah di Tengah Perubahan Kebiasaan Pelanggan


Di kantin Politeknik AUP Jakarta, Es Campur Pak Teguh telah menjadi bagian dari kehidupan kampus sejak tahun 1980-an. Kini, usaha keluarga itu diteruskan oleh Muhammad Amin Ma’ruf, pemuda berusia 26 tahun yang menjaga warisan sang ayah. Bagi pria yang akrab disapa Amin, melanjutkan usaha ini bukan hanya tentang menjual es campur, tetapi juga mempertahankan kedekatan dengan mahasiswa dan alumni yang telah lama menjadi pelanggan. Pesan sang ayah untuk mengingat dan menyapa para alumni tetap ia pegang sebagai bagian dari identitas usaha keluarga ini.
Mewujudkan Keinginan Istri jadi Peluang Usaha


Berbeda dengan kisah Amin, Lukman memulai Okurokus dari keinginan sang istri. Pada 2019, ide bisnis roti kukus ini muncul ketika istrinya yang sedang mengandung mengidam roti kukus khas Bandung. Dari keinginan sederhana itu, Lukman melihat peluang untuk menghadirkan kudapan serupa di Jakarta dan sekitarnya. Berbekal latar belakang pendidikan perhotelan, ia mengembangkan roti kukus dengan pilihan topping premium dan memulai usahanya dari gerobak bekas mie ayam yang ia desain ulang sendiri.
Digitalisasi Tidak Selalu Punya Bentuk yang Sama untuk Setiap UMKM
Namun, menjaga usaha tetap berjalan di tengah perubahan kebiasaan pelanggan membutuhkan cara baru.
Bagi Amin, adaptasi digital dimulai dari kebutuhan yang paling dekat dengan operasional harian: melayani mahasiswa dan alumni yang semakin terbiasa bertransaksi secara nontunai. Di tengah jam ramai kantin, pembayaran digital membantu proses transaksi berjalan lebih ringkas, mengurangi kendala uang kembalian, serta membuat pemasukan harian lebih mudah dilihat kembali.
Sementara bagi Lukman, digitalisasi hadir dalam bentuk yang lebih luas seiring dengan perkembangan Okurokus. Sejak awal, ia cukup terbuka dengan teknologi, mulai dari memanfaatkan layanan pesan-antar, membuka opsi pembayaran digital, hingga menggunakan catatan transaksi untuk membantu memantau alur pembayaran dengan mitra maupun vendor di berbagai lokasi. Bagi Lukman, teknologi bukan sekadar mengikuti tren, tetapi bagian dari cara menjaga ritme usaha agar tetap tertata ketika bisnis mulai melibatkan lebih banyak pihak.
Kisah Amin dan Lukman menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak selalu harus dimaknai sebagai perubahan besar atau dilakukan dengan cara yang sama. Bagi usaha kecil, langkah digital bisa dimulai dari kebutuhan sederhana yang paling sering terjadi setiap hari, seperti menerima pembayaran, mencatat pemasukan, atau memantau arus kas. Dari hal-hal mendasar inilah pelaku usaha dapat membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih rapi dan berkelanjutan.
“Sejak awal, DANA Bisnis kami rancang agar pemilik usaha di berbagai skala bisa lebih terbantu dalam menjalankan operasional mereka. Apalagi, sekitar 40 persen dari jumlah UMKM DANA Bisnis adalah pemilik usaha yang berasal dari kota-kota sekunder dan cenderung belum sepenuhnya memahami transaksi digital. Ketika hal-hal mendasar ini mulai tertata, pelaku usaha memiliki dasar yang lebih kuat untuk mengambil keputusan, menjaga keberlanjutan bisnis, dan secara bertahap mengakses solusi finansial lain yang relevan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun usahanya,” ujar Olavina Harahap, Director of Communications DANA Indonesia.
Pada akhirnya, dari kantin kampus hingga gerobak roti kukus, kisah Amin dan Lukman memperlihatkan bahwa usaha kecil tidak pernah benar-benar kecil bagi orang yang menjalaninya. Di balik setiap transaksi, ada keluarga yang dijaga, keputusan harian yang harus diambil, dan harapan agar usaha tetap tumbuh dari hari ke hari.





