
Bandung, 5 Mei 2026 – BSI Maslahat kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan anak yatim dan dhuafa melalui Program Sahabat Kebaikan Yatim klaster pemberdayaan. Program ini berjalan salah satunya di Yayasan Wahana Kurnia Fitra, Kabupaten Bandung Barat. Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup, kemandirian ekonomi, serta penguatan aspek psikososial anak anak melalui berbagai kegiatan produktif seperti pertanian terpadu dan produksi kue mandiri.
Di lingkungan Yayasan Wahana Kurnia Fitra, program ini hadir sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang secara menyeluruh. BSI Maslahat menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan untuk mandiri di masa depan.
Program Sahabat Kebaikan Yatim klaster pemberdayaan dirancang dengan pendekatan holistik, mencakup pemenuhan makanan sehari-hari untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak asuh, kebutuhan fisik, sekaligus perhatian pada aspek psikososial, pola pengasuhan, dan keberlanjutan pendidikan. Anak-anak yatim dan dhuafa di Yayasan Wahana Kurnia Fitra didorong menjadi subjek utama pemberdayaan. Mereka terlibat aktif dalam setiap proses pembelajaran dan praktik keterampilan hidup.

Menanam Harapan dari Tanah yang Dikelola Bersama
Di Yayasan Wahana Kurnia Fitra, kegiatan berkebun dan beternak menjadi salah satu pilar utama pemberdayaan. Anak-anak memanfaatkan potensi lingkungan sekitar, seperti kotoran ternak ayam dan kambing serta batang pisang, untuk diolah menjadi pupuk kompos.
Melalui proses yang terstruktur mulai dari pencacahan bahan, dekomposisi menggunakan aktivator, hingga monitoring suhu dan kelembapan anak-anak belajar memahami siklus produksi secara utuh. Hasil kompos tersebut kemudian digunakan pada lahan pertanian milik yayasan, yang kini mulai beralih dari pupuk kimia ke pupuk organik mandiri.
Radian, salah satu anak binaan yayasan, berbagi ceritanya dengan penuh semangat “Di sini saya banyak belajar, salah satunya keterampilan hidup seperti bertani dan membuat pupuk kompos. Program ini sangat membantu saya mewujudkan cita-cita menjadi petani muda” ujar Radian.
Dampak yang dirasakan dari pembinaan pengolahan pupuk kompos ini cukup signifikan. Selain menekan biaya operasional, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan teknis anak dalam pertanian organik. Setiap anak bahkan diberi tanggung jawab merawat tanaman dalam polybag sebagai bagian dari pembelajaran kemandirian.
Tidak hanya itu, pemanfaatan limbah secara optimal turut mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus menjadikan area pertanian sebagai sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Yayasan Wahana Kurnia Fitra.
Dari Dapur Yayasan Menuju Kemandirian Ekonomi
Selain sektor pertanian, pemberdayaan juga dilakukan melalui pengembangan keterampilan produksi kue. Dengan dukungan BSI Maslahat, yayasan telah memiliki peralatan produksi yang memadai serta pelatihan teknis membuat kue bagi anak asuh. Mereka belajar membuat berbagai produk seperti kue kering, donat, dan roti, lengkap dengan pemahaman standar kebersihan dan pengemasan.
Produk yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal yayasan, tetapi juga mulai dipasarkan melalui kerja sama dengan warung sekitar. Hal ini membuka peluang usaha baru sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi anak anak dalam dunia kewirausahaan.
Risa salah satu anak asuh “Alhamdulillah sekarang udah mulai banyak yang bisa kami buat, selain kue kita juga lagi mulai belajar buat pizza. Sebelumnya saya tidak bisa membuat semua ini, tapi setelah dapat pelatihan dari program Sahabat Kebaikan Yatim, saya jadi suka kegiatan tata boga dan saya jadi bercita-cita mau jadi pengusaha kue” ungkapnya.
Hasilnya, selain efisiensi biaya, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat mandiri pada anak-anak karena mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi.

Lebih dari Sekadar Program, Ini adalah Investasi Masa Depan
Pelaksanaan Program Sahabat Kebaikan Yatim di Yayasan Wahana Kurnia Fitra menunjukkan bahwa pemberdayaan yang tepat sasaran mampu menghadirkan perubahan nyata. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam proses perubahan tersebut.
Keterampilan yang mereka pelajari hari ini bukan sekadar kemampuan praktis, melainkan bekal berharga untuk melangkah menuju masa depan yang lebih mandiri dan penuh percaya diri. Dari proses inilah tumbuh harapan agar mereka tidak hanya meraih kesuksesan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk memberi makna bagi sesama di masa mendatang. BSI Maslahat terus berkomitmen untuk memperluas dampak program pemberdayaan di berbagai wilayah, termasuk di Yayasan Wahana Kurnia Fitra, Bandung Barat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak anak yatim dan dhuafa yang dapat tumbuh dengan bekal keterampilan, kepercayaan diri, dan harapan yang lebih besar.





