
Tokyo, 11 Maret — Musisi solo asal Jepang, Kiro Akiyama, merilis album kelimanya yang berjudul Magic if pada 11 Maret. Album ini kini tersedia di berbagai layanan streaming di seluruh dunia.
Dalam karya terbarunya ini, Kiro Akiyama menampilkan sisi paling rentan dari dirinya. Melalui delapan lagu yang ada di dalam album tersebut, ia menghadapi kenyataan yang keras, kesepian, serta rasa sakit emosional. Di saat yang sama, ia juga menampilkan sejumlah eksplorasi musik yang disebut sebagai salah satu yang paling berani dalam perjalanan karyanya sejauh ini.
Judul album Magic if diambil dari sebuah teknik dalam dunia akting. Teknik tersebut mendorong para aktor untuk mengajukan pertanyaan kepada diri mereka sendiri, “Bagaimana jika saya…?” sebagai cara untuk melihat suatu situasi dari perspektif yang berbeda. Terinspirasi dari gagasan itu, Akiyama merenungkan sejumlah kemungkinan imajiner, seperti bagaimana jika ia menjalani kehidupan yang berbeda, atau bagaimana jika dunia tidak berjalan seperti sekarang. Melalui pertanyaan-pertanyaan tersebut, ia memperluas ruang emosional dan tematik dalam penulisan lagunya.
“Saya telah menyelesaikan album kelima saya. Untuk bisa menyanyikan lebih banyak hal daripada biasanya, saya mencoba membuat beberapa hipotesis ‘bagaimana jika’. Di dalamnya juga ada lagu-lagu yang memiliki nuansa yang sedikit berbeda dari sebelumnya, jadi saya harap kalian menantikannya,” kata Kiro Akiyama.
Melalui Magic if, Akiyama tidak hanya menghadirkan refleksi diri. Album ini juga membuka jendela menuju dunia batinnya, mengajak pendengar untuk merasakan langsung pemikiran serta emosinya dengan kejujuran yang kuat.
Album Magic if kini dapat didengarkan melalui berbagai platform streaming.
Album ini memuat delapan lagu, yakni “DO NOT DISTURB”, “Quest”, “INSOMNIA”, “My pace is mine”, “Furin”, “Nagareboshi”, “Wannabe”, dan “Magic if”. Lagu “Quest” juga digunakan sebagai lagu tema pembuka untuk anime televisi The Banished Court Magician Aims to Become the Strongest.
Selain merilis album baru, Kiro Akiyama juga dijadwalkan tampil dalam sejumlah pertunjukan internasional. Ia akan tampil di Korea dalam acara THE GLOW 2026 pada 22 Maret. Selanjutnya, pada 11 April, ia akan menggelar konser solo internasional bertajuk “Kiro Akiyama ONEMAN LIVE 「黄一色」 IN TAIPEI” di Taipei.
Kiro Akiyama lahir pada 11 Maret 1996 di Tochigi, Jepang. Ia dikenal sebagai musisi solo yang menangani seluruh aspek produksi musiknya sendiri.
Ketertarikannya pada musik bermula ketika ia terinspirasi oleh anime televisi K-On! saat masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Setelah itu ia mulai memainkan bass, dan pada tahun pertama sekolah menengah atas ia menulis lagu orisinal pertamanya.
Karier musiknya mulai berkembang ketika ia membagikan karya-karyanya melalui platform seperti YouTube dan SoundCloud. Pada Desember 2017, ia mulai tampil secara langsung di berbagai pertunjukan, terutama di kawasan Utsunomiya dan Tokyo.
Namanya semakin dikenal pada 2018 ketika lagu “YASAGUREKAIDO” dan “Saruagari city pop” menempati posisi tinggi dalam tangga lagu viral Spotify. Pada 2019, bakatnya mendapat pengakuan lebih luas ketika ia terpilih sebagai salah satu artis dalam program “Early Noise 2019” dari Spotify.
Setelah tampil di berbagai festival musim panas, Akiyama merilis album pertamanya From DROPOUT pada 4 Maret 2020. Album tersebut memuat lagu “Monologue” yang digunakan sebagai lagu tema untuk drama televisi Ten Secrets.
Pada November 2022, ia merilis lagu “SKETCH” yang menjadi lagu penutup untuk anime televisi My Hero Academia musim keenam.
Perjalanan kariernya berlanjut dengan perilisan album keempat Good Night Mare pada 25 September 2024. Album tersebut menjadi pusat dari tur nasional Jepang bertajuk “NON-REM WALK TOUR” yang digelar di sepuluh kota.
Ia juga menandai peringatan lima tahun kariernya dengan merilis lagu “INSOMNIA” pada 23 April 2025.
Di luar Jepang, aktivitas internasional Akiyama juga terus berkembang. Pada 2023, ia tampil dalam sebuah ajang penghargaan musik di Hong Kong serta di Vagabond Festival di wilayah Taiwan pada Mei tahun yang sama.
Pada 17 Oktober 2025, ia kembali tampil di Vagabond Festival. Beberapa waktu kemudian, pada 15 November, ia tampil untuk pertama kalinya di Korea dalam festival WONDERLIVET.
Dengan jadwal penampilan di Korea dan konser solo internasional di Taipei yang akan datang, Kiro Akiyama kini terus memperluas jangkauan kegiatannya di panggung internasional. Album Magic if menandai babak terbaru dalam perjalanan musiknya.





