
Jakarta, 4 Maret 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (“Perseroan” atau “KRAS”) memproyeksikan momentum pertumbuhan positif sektor konstruksi nasional pada 2025 akan menjadi katalis signifikan bagi peningkatan kinerja operasional dan finansial Perseroan. Berdasarkan analisis data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Tabel Input-Output, nilai kebutuhan besi dan baja untuk konstruksi tahun ini diperkirakan mencapai Rp59 – Rp65 triliun, setara dengan sekitar 7 – 9 juta ton baja, yang membuka peluang besar bagi Krakatau Steel Group untuk meningkatkan pangsa pasar dan utilisasi kapasitas produksinya.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa momentum ini selaras dengan strategi transformasi “KS Reborn” yang berfokus pada penguatan bisnis hilir dan optimalisasi kinerja.
“Tren pertumbuhan konstruksi ini bukan hanya sinyal pasar, tetapi fondasi riil bagi akselerasi perbaikan fundamental Perseroan. Kami memposisikan diri sebagai penyedia baja utama yang siap mendukung pembangunan nasional, sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi untuk meningkatkan kinerja finansial dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham,” lanjut Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics and Forwarders Association/ILFA).
Dukungan Data dan Proyeksi Makro yang Solid
Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining Insight menguatkan analisis dengan data riil. PDB sektor konstruksi 2025 diproyeksikan mencapai Rp1.311 – Rp1.312 triliun, meningkat dari realisasi 2024 sebesar Rp1.262,8 triliun. Berdasarkan Tabel Input-Output 2020, porsi nilai besi dan baja dasar dalam struktur biaya konstruksi berkisar 4-5%. Dengan mempertahankan rasio ini, tercipta proyeksi permintaan baja senilai Rp59 – Rp65 triliun dari sektor konstruksi saja.
“Angka ini memberikan kepastian dan visibilitas yang tinggi bagi produsen baja domestik. Bagi Krakatau Steel, ini adalah peluang untuk meningkatkan utilisasi pabrik secara signifikan dari level saat ini, yang pada gilirannya akan mendorong perbaikan margin melalui efisiensi skala ekonomi,” jelas Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining Insights.
Strategi Menangkap Peluang dan Dampak Jangka Panjang
Krakatau Steel Group menyiapkan strategi komprehensif untuk menangkap peluang ini sebagai optimalisasi portofolio produk dimana fokus pada produk baja hilir bernilai tambah tinggi yang banyak dibutuhkan proyek konstruksi dan infrastruktur. Selain tiu ada sinergi grup dengan memanfaatkan jaringan logistik, kepelabuhanan, dan kawasan industri dalam grup untuk menekan biaya dan meningkatkan kecepatan layanan. Selain itu dukungan program pemerintah untuk emperkuat peran dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan terus mendorong permintaan jangka menengah-panjang.
Konsistensi pertumbuhan konstruksi dan keberlanjutan PSN memberikan sinyal stabilitas permintaan (demand visibility) yang sangat dihargai oleh pasar modal. Stabilitas ini menjadi dasar yang kuat bagi perencanaan bisnis dan investasi Perseroan ke depan.
Dampak Positif bagi Pemegang Saham
Keberhasilan Krakatau Steel Group dalam merealisasikan peluang ini diharapkan memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan (revenue growth) dari penjualan produk baja ke sektor konstruksi. Ada pula Perbaikan Utilisasi Kapasitas yang berdampak pada efisiensi biaya dan peningkatan profitabilitas. Selain itu penguatan sentimen investor karena Perseroan dipandang sebagai perusahaan yang mampu memanfaatkan siklus positif ekonomi dan kebijakan pembangunan pemerintah.
“Kami yakin bahwa dengan eksekusi strategi yang tepat, momentum positif sektor konstruksi ini akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja operasional dan keuangan Perseroan, yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan nilai perusahaan bagi seluruh pemegang saham,” tutup Dr. Akbar Djohan.
Dengan proyeksi permintaan yang kuat dan strategi bisnis yang terarah, Krakatau Steel Group optimis memasuki fase pertumbuhan yang lebih solid seiring dengan pembangunan nasional. Dengan kondisi ini maka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk peningkatan kesejahteraan bangsa dapat tercapai.





