
Merauke, 11 Februari 2026 – BSI Maslahat dan Bank Syariah Indonesia menyalurkan bantuan 100 Al-Qur’an ke pondok pesantren dan umat Muslim di Distrik Okaba, Papua Selatan pada Kamis, (5/06/2026). Penyerahan simbolis diberikan oleh Branch Manager BSI KCP Merauke, Rajendra Wisnu kepada kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Selatan, H. Abdul Awal Gebze di KCP BSI Merauke. Kegiatan ini menegaskan dukungan bagi Program Dakwah MUI di wilayah selatan Papua.
Bantuan tersebut menyasar pondok pesantren dan masyarakat Muslim yang beraktivitas keagamaan di Distrik Okaba. Langkah ini diharapkan memperkuat literasi Al-Qur’an dan meneguhkan semangat belajar agama. Di tanah Papua, umat Islam hidup berdampingan dalam keberagaman. Namun, Islam tetap menjadi agama minoritas dengan sebaran umat yang tidak selalu merata.
Di wilayah pemekaran Papua Selatan, jumlah umat Muslim juga menunjukkan angka yang signifikan. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri per Desember 2023, jumlah penduduk Provinsi Papua Selatan mencapai sekitar 533.910 jiwa. Dari total tersebut, data Kementerian Agama RI tahun 2019–2023 mencatat bahwa sebanyak 145.672 jiwa merupakan penduduk Muslim.
Namun angka tidak selalu menggambarkan jarak, sunyi, dan keterbatasan. Di distrik-distrik yang jauh dari pusat kota, keterbatasan Al-Qur’an dan pendampingan belajar agama karena minimnya guru mengaji di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) kerap menantang.
Distrik Okaba, salah satu distrik tua di Kabupaten Merauke yang berbatasan dengan distrik lain di Merauke dan sisi selatannya menghadap Laut Arafura dengan kondisi wilayah yang menantang. Badan Pusat Statistik mencatat Okaba terdiri dari sembilan kampung, termasuk Okaba, Wambi, Makaling, dan Es Wambi. Untuk dapat sampai ke distrik Okaba harus ditempuh dengan jalur udara menggunakan pesawat kecil. Selain itu, perjalanan darat dapat ditempuh dengan melewati Kali Kumbe dan Kali Bian, dengan waktu perjalanan mencapai hingga tujuh jam. Dalam kondisi seperti ini, mushaf Al-Qur’an menjadi pegangan bagi umat Muslim di Distrik Okaba.
Kumbe dan Kali Bian dengan waktu tempuh hingga 7 jam. Dalam kondisi seperti ini, mushaf Al-Qur’an menjadi pegangan bagi umat muslim di Distrik Okaba.
Di Papua Pedalaman, cerita tentang jarak dan kebutuhan pendidikan agama bukan hal baru. Karena itu, penyaluran mushaf tidak sekadar serah terima barang. Ia hadir sebagai penguat cahaya iman agar terus menyala di hati para muslim.
Kehadiran BSI Maslahat di Okaba mencoba menjawab kebutuhan tersebut. Bantuan mushaf diharapkan menyokong kegiatan santri dan masyarakat yang belajar membaca Al-Qur’an. Program ini juga menjadi bagian dari misi BSI Maslahat yang memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat luas.
Ketua MUI Papua Selatan, H. Abdul Awal Gebze, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Bagi MUI, dukungan terhadap literasi Alquran sejalan dengan arah gerakan pembinaan umat. MUI juga pernah menekankan pentingnya pelayanan umat, termasuk gerakan literasi dan pendidikan.
“Kami bersyukur atas kerjasama ini yang diharapkan saling melengkapi dan mendukung perkembangan Ekonomi Syariah di Papua Selatan,” ujarnya.
Dalam konteks Papua Selatan, dakwah sering berjalan dalam nada yang sunyi. Dakwah tidak selalu berlangsung di aula besar atau panggung terang. Ia hadir lewat surau dan perjalanan panjang ke kampung lain untuk menguatkan para muslim yang minoritas. Di tengah realitas tersebut, dukungan Al-Qur’an dapat memperpanjang napas pembinaan yang sudah dilakukan para dai. Melalui program ini, BSI Maslahat menegaskan komitmennya mendampingi umat. BSI Maslahat juga memperkuat sinergi yang diharapkan memperluas maslahat untuk bangsa.





