Sinar Mas Land Jalin Kerjasama dengan Kawan Lama Group Kembangkan Usaha Properti di Indonesia

Jakarta, 30 Mei 2018 – Sinar Mas Land, salah satu pengembang properti di Indonesiadan Kawan Lama Group, perusahaan ritel, industrial dan property & services nasional menandatangani kerjasama atau Joint Venture di bidang properti yang dilakukan oleh Group CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja serta Chairman Kawan Lama Group, Kuncoro Wibowo (30/05). Kerjasama ini bertujuan untuk mempercepat kemajuan di sektor properti Indonesia, dengan membangun sebuah kawasan mixed use untuk memaksimalkan penataan konsep pemukiman, bisnis dan perdagangan, jasa, serta rekreasi.

Kawan Lama Group merupakan bidang usaha yang bergerak dalam sektor retail untuk perlengkapan rumah tangga, furnitur, gaya hidup serta food and beverage, Industrial, Property & Services, dan bisnis online yang telah berpengalaman lebih dari 63 tahun, sedangkan Sinar Mas Land merupakan pengembang properti di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun yang telah sukses melakukan pengembangan properti  mencakup perumahan, apartemen, pusat berbelanjaan dan kawasan industri. Kedua perusahaan menyadari bahwa kondisi market saat ini lebih kompetitif, sehingga diharapkan melalui kerjasama ini kawan Lama Retail dan Sinar Mas Land dapat berkolaborasi untuk mengembangkan berbagai produk properti di wilayah strategis di seluruh Indonesia.

Kerjasama bidang properti dipilih karena merupakan kebutuhan dasar setiap manusia dan selalu memiliki permintaan atau daya beli, terutama properti hunian yang memiliki pasar yang besar dan terus mencatat pertumbuhan yang positif. Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land, optimis kondisi industri properti akan terus membaik kedepannya, sehingga hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi karena properti memiliki multiplier effect yang sangat besar dengan berbagai industri  turunan lainnya.

Kuncoro Wibowo, Chairman Kawan Lama Group menjelaskan “Kerjasama yang dilakukan oleh Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land diharapkan tidak hanya untuk mengembangkan bisnis kedua belah pihak, namun juga dapat memberi kontribusi yang baik untuk masyarakat dan pemerintah kota setempat dalam hal pembangunan dan pendapatan daerah, serta penyerapan tenaga kerja”.

Realisasi kerjasama untuk proyek pertama adalah dengan pembangunan mixed-use project di kawasan Kota Wisata – Cibubur. Tahap awal yang dilakukan adalah melalui pembangunan mall di area seluas 8,5 Hektar dengan luas bangunan +/- 90.000 M2. Target ground breaking mall ini adalah kwartal pertama 2019, dan ditargetkan akan beroperasi pada kwartal pertama 2021. Selain untuk melengkapi township development serta mengakomodasi kebutuhan berbagai penghuni, mall ini juga dibangun sebagai pusat belanja serta rekreasi dan hiburan. Nilai investasi untuk proyek pertama ini senilai Rp 1,2 trilun, dengan share masing-masing 60% (Kawan Lama Group) : 40% (Sinar Mas Land).

“Realisasi pembangunan superblock ataupun mixed-use di Kota Wisata ditargetkan akan dimulai 2 atau 3 tahun setelah mall beroperasi, terdiri dari hotel, dan apartment. Selanjutnya superblock lainnya akan dikembangkan di daerah Grand Wisata Bekasi, kemudian berlanjut pengembangan di Surabaya, Makassar, serta daerah potensial lainnya di seluruh Indonesia” tutup Alphonzus Widjaja, CEO Retail and Hospitality Sinar Mas Land.

Pemilihan lokasi di Kota Wisata, Cibubur pada awal kerjasama ini karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan, dimana daerah tersebut telah mengalami migrasi urban dari kawasan-kawasan padat lainnya. Dampaknya adalah meningkatnya kebutuhan hunian, ruang komersial ritel, hotel dan juga perkantoran.  Saat ini Kota Wisata Cibubur tengah menjadi primadona, karena selain dekat dengan Jakarta, kota mandiri ini juga memiliki lokasi yang strategis. Integrasi properti dengan transportasi menjadi aspek penting bagi setiap pengembang real estate. Penggabungan ini dinamakan transit oriented development (TOD), konsep dasar TOD adalah mengintegrasikan transportasi yang ada di daerah sekitar seperti akses langsung pintu toll Cimanggis – Cibitung  yang akan mulai beroperasi tahun 2018. Tol ini nantinya akan terhubung juga dengan Toll Jagorawi dan Toll JORR 2  (Tb. Simatupang) serta Toll JORR W2 ke Bandara Internasional Soekarno Hatta. Selain akses kendaraan pribadi, warga Kota Wisata juga akan semakin dimudahkan dengan sarana transportasi light rapid transit (LRT) dengan rute Cibubur – Cawang – Dukuh Atas yang rencananya akan mulai beroperasi pada 2018. Sebelumnya warga Kota Wisata juga telah dimanjakan dengan akses tranportasi Shuttle Bus yang beroperasi dari dalam Kota Wisata dan memiliki rute kebebarapa titik di pusat kota Jakarta seperti Sudirman, Senayan, Semanggi, Grogol, ITC Mangga Dua.

 

Related posts

Leave a Reply