ARBA Hospitality Kini Kelola 106 Properti, Luncurkan MANTRA OS V2.0

ARBA Hospitality Kini Kelola 106 Properti, Luncurkan MANTRA OS V2.0

PT ARBA International Grup resmi meluncurkan website korporasi barunya sekaligus memperkenalkan MANTRA OS V2.0 (Management & Transformation) pada 4 November 2026. Peluncuran ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat ekosistem hospitality yang terintegrasi di Indonesia.

Per November 2026, ARBA mencatat portofolio dan jaringan sebanyak 106 properti yang tersebar di 20 kota dan kabupaten, meliputi empat pulau yakni Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi. Perusahaan menyebut pertumbuhan ini bukan sekadar soal jumlah bangunan, melainkan tentang bagaimana mengubah setiap aset menjadi sumber nilai yang produktif dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Teknologi di Balik Ekspansi

Di balik ekspansinya, ARBA mengembangkan MANTRA Ecosystem, sebuah platform teknologi untuk kebutuhan analisis, perencanaan, dan transformasi bisnis hospitality. Salah satu komponennya, MANTRA Intelligent Centre (MIC), terdiri dari tiga produk: Asset Analytics untuk menilai kelayakan dan performa finansial aset, RevPro untuk simulasi dan proyeksi pendapatan, serta Dynamic Pricing untuk strategi penetapan harga kamar secara dinamis.

Selain merek hospitality utamanya ARBA Hospitality, perusahaan juga menaungi beberapa lini bisnis lain seperti ARCANOVA, BHATARA, BLACKBOX, COSSAN, layanan ARBA Laundry, serta pengembangan teknologi melalui MANTRA, yang menurut perusahaan dirancang untuk saling terhubung dalam satu ekosistem.

Direktur Utama PT ARBA International Grup, Aldy Prasetya Noor Mohammad, mengatakan bahwa pencapaian 106 properti bukan garis akhir, melainkan fondasi untuk langkah yang lebih besar. “Bagi ARBA, pertumbuhan bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tetapi seberapa kuat fondasi yang kita bangun untuk perjalanan berikutnya,” ujarnya, menambahkan bahwa perusahaan ingin menghadirkan ekosistem yang mampu menghubungkan berbagai peluang bisnis di industri hospitality.

Catatan Redaksi. Dynamic pricing atau revenue management adalah praktik lazim di industri hotel dan penerbangan, di mana harga kamar disesuaikan otomatis mengikuti permintaan, musim, serta tingkat hunian real-time, bukan dipatok tetap. Pendekatan ini memungkinkan pengelola memaksimalkan pendapatan saat permintaan tinggi dan menarik tamu lewat harga lebih rendah saat sepi, sehingga analisis data okupansi menjadi kunci penentuan tarif harian.

Sumber: PT ARBA International Grup.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan